berita nasional
Sosok Pilot Helikopter PK-CFX di Mata Para Security Komplek Perum Grand Surya
Mendiang pilot Helikopter PK-CFX yang jatuh di hutan Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat punya nama yang harum di mata para security komplek.
TRIBUNDEPOK-Mendiang pilot Helikopter PK-CFX yang jatuh di hutan Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat punya nama yang harum di mata para security komplek.
Kemurahan hati Pilot Capt. Marindra Wibowo diungkapkan para security komplek di Perum Grand Surya, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur.
Diketahui jatuhnya helikopter PK-CFX di Dusun Gandis, Desa Tapang Tingang, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat (Kalbar) menewaskan delapan orang Kamis (16/4/2026).
Baik pilot, kopilot, dan para penumpang meninggal di lokasi kejadian dalam kecelakaan tersebut.
Sejumlah kerabat, keluarga, hingga security komplek pun berduka atas kecelakaan tersebut.
Misalnya saja seorang petugas keamanan di kompleks perumahan tersebut membagikan kisah harunya.
Ia mengaku cukup dekat dengan Capt. Marindra.
Meski bertugas di luar Jawa, almarhum rutin pulang kampung saat lebaran tiba.
Capt. Marindra secara rutin memberikan uang Tunjangan Hari Raya kepada para satpam perumahan.
“Biasanya pas pulang selalu ngobrol sama kami. Dia orangnya baik."
"Bahkan setiap lebaran juga ngasih THR kepada kami. Baik banget orangnya. Santun," kata dia, dikutip dari Surya.co.id, Sabtu (18/4/2026).
Ia mengaku sangat kehilangan atas kepergian Capt. Marindra.
Apalagi pertemuan terakhir baru terjadi beberapa minggu lalu.
"Terakhir bertemu pas lebaran kemarin, saat hendak balik tugas. Tentu kami turut berduka atas peristiwa ini," tandasnya.
Sehari setelah kecelakaan Tim SAR gabungan telah berhasil melakukan proses evakuasi semua korban di lokasi kejadian.
Sementara penyebab pasti jatuhnya helikopter masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
Akibat kecelakaan helikopter itu, delapan orang tewas termasuk kru helikopter.
Delapan jenazah korban meninggal dunia kemudian dikirim ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kalbar, Jumat 17 April 2026 pukul 10.30 WIB.
Delapan korban itu sendiri terdiri dari dua kru pilot dan co pilot dan enam penumpang.
Dua kru Pilot itu bernama Capt Marindra Wibowo dan seorang engineer Harun Arasyid.
Kemudian ada enam penumpang. Mereka adalah, Patrick K (Warga Malaysia), Victor T, Charles L, Joko C, Fauzie O, dan Sugito.
Seluruh korban di bawah ke instalasi forensik untuk menjalani pemeriksaan oleh tim medis dan forensik.
Baca juga: Keluarga Histeris Saat Identifikasi Jenazah Korban Helikopter Jatuh di Kalimantan
Proses identifikasi serta penanganan lebih lanjut ini dilakukan sebelum jenazah diserahkan kepada pihak keluarga.
Hal itu dilakukan sebagai bagian dari prosedur penanganan korban kecelakaan udara.
Proses ini juga untuk memastikan identitas korban secara akurat.
Sebelumnya proses evakuasi korban dari jatuhnya helikopter PK-CFX ini berlangsung dramatis.
Tim gabungan mengevakuasi dalam kondisi gelap dan medan ekstrem karena cuaca buruk serta tidak adanya lokasi pendaratan helikopter.
Sejak dikabarkan hilang kotak setelah 5 menit lepas landas Kamis 16 April 2026, pukul 08:34 - 08:39 WIB, proses pencarian langsung dimulai.
Tim gabungan diturunkan untuk proses pencarian melalui darat dan udara hingga ditemukan dan terkendala medan berat untuk evakuasi korban.
Sekitar pukul 02.30 WIB, seluruh jenazah berhasil dikeluarkan dan ditandu sejauh 2,5 jam menuju Posko Hulu Peniti.
Jenazah pertama tiba pukul 04.52 WIB, lalu seluruhnya diberangkatkan pukul 06.10 WIB menggunakan ambulans menuju Kompi B Yonif 642 untuk selanjutnya diterbangkan ke RS Bhayangkara.
Seluruh jenazah awalnya di jemput ke titik penjemputan di Sanggau lalu selanjutnya diterbangkan ke Lanud Supadi menuju RS Bhayangkara.
(TribunDepok/DES/Surya)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Helikopter-jatuh.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.