Berita Nasional
Ternyata Tidak Mudah Beli Minyak di Rusia, Punya Uang Saja Tidak Cukup
Di tengah krisis energi karena perang Timur Tengah ternyata tidak mudah membeli minyak dari Rusia.
TRIBUNDEPOK-Di tengah krisis energi karena perang Timur Tengah ternyata tidak mudah membeli minyak dari Rusia.
Modal uang atau negara kaya saja belum tentu bisa mendapatkan pasokan minyak dari Rusia yang perdagangan minyaknya sempat kena blokade Amerika Serikat (AS).
Diketahui Indonesia berhasil mendapatkan pasokan minyak dari Rusia hingga satu tahun ke depan.
Hal itu dipastikan usai kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Rusia untuk bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Ternyata Rusia tidak segampang itu menjual minyak ke negara-negara di dunia. Padahal Rusia masuk tiga besar produsen minyak mentah terbesar di dunia.
Dimuat TribunStyle, Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menilai ketahanan energi Indonesia bakal terjamin jika minyak dari Rusia masuk ke dalam negeri.
"Dengan adanya suplai dan pasokan yang sudah bisa terjamin, saya kira kita sudah boleh dikatakan memasuki zona aman. Mudah-mudahan akan berlangsung seterusnya sedemikian gitu," katanya Rabu (15/4/2026).
Menurut Eddy, negara pemasok minyak seperti Rusia saat ini memiliki kendali besar atas penentuan harga, volume, hingga kemana ia akan mendistribusikannya.
Tak semua negara bisa membeli minyak dari Rusia meski punya pendanaan untuk melakukannya.
"Jadi siapa yang memiliki minyak ini, dia berhak untuk menentukan harga, berhak untuk menentukan volumenya, berhak untuk menentukan kepada siapa dia jual gitu," ucapnya.
Sebagai informasi, aturan minyak Rusia Federasi Rusia menetapkan syarat bagi siapa pun yang hendak membeli minyaknya yakni tak mengikuti pembatasan harga yang ditetapkan Uni Eropa dan G7.
Kriteria negara yang diperbolehkan membeli minyak dari Moskow ialah tak menggunakan skema pembatasan harga yang diberlakukan oleh Uni Eropa, G7, dan Australia pada akhir tahun 2025.
Baca juga: Vladimir Putin Selamatkan Indonesia dari Krisis Energi, Berapa Produksi Minyak Rusia?
"Berdasarkan mekanisme tersebut, perusahaan dari negara-negara peserta hanya dapat mengangkut atau mengasuransikan minyak Rusia jika harganya tetap di bawah 60 dollar AS (sekitar Rp 1.020.060, kurs Rp 16.900) per barrel," lapor Xinhua, Selasa (31/3/2026).
Jepang diketahui menjadi negara anggota G7 yang berminat membeli minyak dari Rusia, tapi terikat dengan skema pembatasan harga.
Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Andrei Rudenko tak menoleransi hal ini, negaranya hanya menjual minyak dengan harga mengikuti pasaran dunia meskipun yang membeli negara seperti Jepang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Prabowo-Subianto-Vladimir-Putin.jpg)