Kamis, 28 Mei 2026

Berita Nasional

Hamas Bangga dengan Rudal Iran yang Berhasil Hantam Israel

Hamas mendukung penuh serangan balasan Iran ke Israel yang merusak sejumlah kota di negara tersebut. 

Tayang:
Editor: Desy Selviany
Istimewa/Hamas
JUBIR HAMAS-Juru Bicara Brigade al-Qassam Abu Obeida komentari rudal Iran yang tembus Israel pada Sabtu (21/3/2026) 

TRIBUNDEPOK-Hamas mendukung penuh serangan balasan Iran ke Israel yang merusak sejumlah kota di negara tersebut. 

Juru Bicara Brigade al-Qassam Abu Obeida dalam keterangannya memastikan bahwa Israel harus benar-benar dihancurkan agar tidak menghancurkan negara lain di Timur Tengah. 

Hamas pun memuji Iran sebagai garis pertahanan terdepan bagi seluruh umat Islam. 

Abu Obeida menyatakan bahwa para agresor Israel tidak dapat mematahkan tekad rakyat Iran yang merdeka. 

Hamas pun merasa bangga atas serangan balasan Iran yang telak menyasar Israel

“Kami memandang dengan penuh kebanggaan serangan roket dahsyat yang dilakukan oleh Korps Garda Revolusi Islam, yang menargetkan wilayah-wilayah jauh di dalam wilayah musuh yang melakukan kejahatan menggunakan taktik baru, yang menyebabkan puluhan orang tewas dan terluka,” katanya seperti dimuat Presstv Minggu (22/3/2026). 

Ini adalah respons alami, bukan hanya terhadap agresi Zionis-Amerika terhadap Iran tetapi juga terhadap pembantaian genosida terhadap rakyat Palestina di Gaza, yang telah menyebabkan 71.000 orang tewas dan 172.000 orang terluka, ujarnya. 

Hamas menilai apabila Israel tidak dihancurkan maka satu persatu penjahat perang itu akan menghabisi negara-negara di Teluk Arab lainnya. 

“Musuh Nazi-Zionis ini hanya memahami bahasa kekerasan dan membalas satu pukulan dengan dua pukulan, dan membuatnya membayar harga yang mahal adalah cara untuk menghentikan agresinya,” katanya. 

“Tanpa itu, mereka akan terus melakukan aksi brutal dan menargetkan negara-negara Arab dan Islam kita satu demi satu.” 

Ia menyerukan agar negara-negara Islam bersatu melawan agresor Israel-AS dan bekerja sama untuk tujuan-tujuan mendasar Islam, yang terpenting di antaranya adalah pembebasan Palestina.
Diketahui Israel berubah mencekam setelah serangan rudal Iran jatuh di wilayah tersebut pada hari Idul Fitri 1447 Hijriah Sabtu (21/3/2026).  

Ambulan berjejer di wilayah Arad, Israel yang menjadi salah satu lokasi jajahan bekas Palestina. 

Dimuat situs berita Al Quds Network, sejumlah besar tim penyelamat Israel telah dikerahkan ke lokasi serangan rudal Iran di Arad untuk mencari korban yang terjebak dan terluka. 

Menurut Channel 12 Israel, lokasi serangan di Arad adalah lokasi tersulit yang pernah dihadapi sejak awal perang. 

Baca juga: Israel Mencekam! Ambulan Berjejer Setelah Rudal Iran Hantam Kota Arad

Israel pun berubah mencekam setelah serangan Iran yang diduga mengenai warga sipil itu. 

Sejumlah warga Israel pun mendesak pemerintah segera menghentikan perang dengan Iran.  

Bahkan mereka menyalahkan Menteri Pertahanan Israel Itamar Ben Gvir atas serangan Iran yang kini meluas ke warga sipil Israel tersebut.  

Dijelaskan pada hari ke-23 perang Israel-AS melawan Iran, Teheran meluncurkan gelombang rudal balistik jauh ke selatan Israel. Kota-kota termasuk Arad dan Dimona di Gurun Negev terkena serangan.  

Dilaporkan puluhan warga Israel terluka di Arad saja. Serangan ini disebut para pejabat sebagai dampak yang belum pernah terjadi sebelumnya di kota itu.  

Sebab bangunan tempat tinggal rusak dan setidaknya 88 orang terluka. Di Dimona, dekat kompleks penelitian nuklir pusat negara itu, setidaknya 27 orang terluka. 

Pasukan Iran mengatakan mereka menargetkan "instalasi militer dan pusat keamanan" di wilayah tersebut.  

Serangan itu terjadi setelah serangan intensif Israel dan AS terhadap infrastruktur Iran, termasuk situs nuklir Natanz, yang dikutip Teheran sebagai pembenaran untuk pembalasan tersebut. 

Otoritas Israel mengkonfirmasi bahwa setidaknya dua rudal balistik menembus pertahanan udara dan menghantam daerah berpenduduk, menyebabkan kerusakan signifikan.  

Kegagalan sistem pencegatan untuk menghentikan rudal-rudal tersebut telah menimbulkan pertanyaan tentang penyebaran aset strategis di dalam dan sekitar kota-kota seperti Arad.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved