Selasa, 9 Juni 2026

Anak Hilang

Duka dan Penyesalan Tugimin Kakek Alvaro: Saya Teledor Jaga Cucu

Kakek Alvaro Kiano Nugroho, Tugimin, jalani trauma healing di rumah duka, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Selasa (25/11/2025).

Tayang:
Penulis: Ramadhan LQ | Editor: Hironimus Rama
Warta Kota/Ramadhan LQ
TRAGEDI ANAK HILANG: Kakek Alvaro Kiano Nugroho, Tugimin, tengah berduka di rumah duka, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Selasa (25/11/2025). (Ramadhan L Q)   

Laporan Ramadhan L Q

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, PESANGGRAHAN - Luka itu terasa begitu dalam. Di balik raut wajahnya yang lesu, Tugimin (71) menyimpan sesal yang tak terperi.

Ia kehilangan cucu kesayangannya, Alvaro Kiano Nugroho (6), dalam tragedi mengerikan yang membuatnya terus menyalahkan diri sendiri.

"Saya sangat terpukul dan trauma. Intinya, saya terpukul. Saya merasa bersalah, sangat bersalah kepada diri saya sendiri," ucap Tugimin dengan suara bergetar, di rumah duka kawasan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Selasa (25/11/2025).

Baca juga: Bantu Alex Buang Jasad Alvaro Kiano di Tenjo Bogor, Ini Sosok Pria Berinisial G

Perasaan teledor dan lengah terus menghantuinya. Kakek tua ini merasa telah gagal memenuhi amanah dari putrinya, Arum Indah, yang mempercayakannya untuk menjaga Alvaro.

Tragedi Berantai yang Mengguncang Hati

Tragedi ini terbongkar setelah seorang ayah tiri, Alex Iskandar (49), diduga menculik dan membunuh Alvaro. Kerangka manusia yang ditemukan di Tenjo, Kabupaten Bogor, diduga kuat adalah jasad bocah malang itu.

Nasib nahas juga menimpa pelaku. Alex Iskandar ditemukan tewas bunuh diri dengan cara gantung diri saat menjalani pemeriksaan di ruang konseling Mapolres Metro Jakarta Selatan pada Minggu (23/11/2025).

Sementara itu, sang ibu, Arum Indah, yang baru tiba dari Medan sejak Senin, harus menanggung kesedihan yang berlapis. Ia telah menjalani pengambilan sampel DNA di RS Polri Kramat Jati untuk memastikan identitas jasad.

"Kalau hari ini hasil (DNA) keluar, langsung kami urus dan makamkan di tanah wakaf di sini,” ucap Tugimin, mencoba tegar mengatur proses terakhir untuk cucunya.

Polisi Turun Tangan, Trauma Healing Dimulai

Menyadari luka psikologis yang dalam, kepolisian tak tinggal diam. Kapolsek Pesanggrahan, AKP Seala Syah Alam, beserta tim psikolog dari Polda Metro Jaya dan Dokkes Polres Metro Jakarta Selatan, langsung turun untuk memberikan pendampingan trauma healing.

"Pendampingan ini tujuannya untuk trauma healing, lebih kepada untuk menstabilkan emosional dan psikologi dari pihak keluarga," jelas Seala di lokasi.

Komitmen kepolisian tidak setengah-setengah. AKP Seala menegaskan bahwa pendampingan ini tidak memiliki batas waktu dan akan terus dilakukan hingga kondisi keluarga benar-benar stabil.

“Waktunya tidak bisa ditentukan. Yang pasti, kami dari pihak kepolisian akan terus mendampingi,” tegasnya.

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved