Rabu, 8 April 2026

Metropolitan

Diragukan Banyak Pihak, JakPro Optimis Pembangunan Sirkuit Formula E Tepat Waktu, Ini Alasannya

JakPro Optimis Pembangunan Sirkuit Formula E Tepat Waktu, Alasannya karena sirkuit lebih pendek dibandingkan sirkuit MotoGP

Editor: Dwi Rizki
Istimewa
Ilustrasi Formula E 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, GAMBIR - Walau diragukan banyak pihak, Vice Managing Director Formula E Jakarta Propertindo (JakPro) Gunung Kartiko mengaku optimis pembangunan sirkuit Formula E dapat berjalan tepat waktu.

Gunung meyakini hal itu, bisa dikerjakan dalam waktu singkat sebab lintasan ini lebih pendek dari lintasan ajang balap lain seperti Moto GP.

"Proses pengerjaan sirkuit formula E dengan spesifikasi teknis standar FIA grade 1 dapat dikerjakan tepat waktu mengingat jalur lintasan yang lebih pendek dibandingkan dengan lintasan Formula 1, maupun Moto GP," ucap Gunung pada keterangan tertulisnya, Selasa (15/2/2022).

Desain sirkuit hingga pelaksanaan pembangunan lintasan, kata dia, selalu dimonitor oleh Formula E Operation (FEO) selaku pemegang lisensi Formula E.

"Hal ini sudah diverifikasi dengan FEO dan dimonitor progresnya selama 24 jam melalui control tower dan project management system digital dengan tingkat akurasi monitoring yang tinggi," tambahnya.

Baca juga: Tiket Formula E Dijual Meski Sirkuit Belum Rampung, Fraksi Gerindra DKI Jakarta Akui Tak Keberatan

Baca juga: Gilbert Simanjutak Anggota DPRD Minta Jakpro Bangun Lintasan Formula E dulu Sebelum Jual Tiket

Sebelumnya diketahui, Pimpinan DPRD DKI Jakarta ragu sirkuit Formula E akan selesai tepat waktu.

Pasalnya, turnamen yang akan digelar di Kawasan Ancol, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara itu akan dihelat sekitar empat bulan lagi atau 4 Juni 2024 mendatang.

"Nggak rasional dengan target tiga bulan dibangun (sirkuit), rasionalnya itu dua tahun bos. Harus mateng (matang) aspalnya," ujar Ketua DPRD DKI Jakarta yang juga politisi PDI Perjuangan Prasetyo Edi Marsudi pada Rabu (26/1/2022).

Hal itu dikatakan Prasetyo berdasarkan pengalamannya di dunia balap mobil selama puluhan tahun.

Kata dia, pembangunan sirkuit sekelas Formula harus dilakukan dengan saksama, karena kecepatan kendaraan bertenaga listrik itu cukup tinggi.

"Kencangnya mobil Formula E itu hampir sama dengan Formula 1. Bedanya, Formula 1 pakai bahan bakar minyak, satu lagi pakai listrik, Formula 1 itu kecepatannya bisa 300 kilometer per jam, mungkin dia (Formula E) sekitar 200-250 kilometer per jam," jelas Prasetyo.

Karena itulah, kata dia, lintasan Formula harus dibuat dengan kualitas tinggi, sehingga jeda waktu empat bulan untuk membangun sirkuit dirasa sulit dilakukan. Dia khawatir jika hal itu dipaksakan, justru bisa berdampak buruk terhadap turnamen Formula E.

"Nggak sembarangan landasan dibuat tiga bulan jadi, (nanti) tiba-tiba saat dipakai dan mobil ngerem untuk belok aspalnya terkelupas, kan membahayakan orang," ucapnya.

Menurutnya, persiapan yang dilakukan PT Jakpro terhadap ajang ini masih belum matang.

Bahkan proses tender sirkuit terpaksa diulang karena adanya kesalahan administrasi.

"Lelang buat sirkuit saja gagal, dia (Jakpro) targetkan tiga bulan selesai. Saya hari ini masih jadi pembalap, saya tahu dunia itu jadi nggak bisa semata-mata tiga bulan bisa dijadikan sirkuit," jelasnya.

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved