Minggu, 7 Juni 2026

Persib vs Persija

Rivalitas Setara Klub Top Dunia, Rapper JFlow Berharap Pertandingan Persib vs Persija Tidak Rusuh

JFlow Berharap Tak Ada Bentrok Suporter di Pertandingan Persija VS Persib pada Minggu (11/1/2026)

Tayang:
Editor: Hironimus Rama
Warta Kota
PERSIB vs PERSIJA - Rapper JFlow saat ditemui di kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat, Sabtu (10/1/2026) malam. 

 
Laporan Arie Puji Waluyo

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - Pertemuan antara Persib Bandung dan Persija Jakarta seringkali disebut sebagai El Clasico-nya Indonesia. 

Tensi tinggi, sejarah panjang, dan gengsi antar-suporter membuat laga ini memiliki nilai jual yang fantastis. Hal ini dibenarkan oleh musisi dan Repper JFlow.

Menurut JFlow, Indonesia patut bangga memiliki rivalitas sepak bola yang setara dengan liga-liga top dunia. Ia mensejajarkan duel Persija vs Persib dengan laga-laga besar di Eropa.

Baca juga: Big Match Persib vs Persija, Jakmania Ini Prediksi Persija Menang Tipis

"Ya buat gue kalau La Liga punya El Clasico, Inggris punya North West Derby (MU vs Liverpool), Manchester Derby, dan di Serie A ada Derby della Madonnina. Ya Indonesia punya ini nih, Persib-Persija," kata JFlow kepada Wartakotalive.com, ketika ditemui di kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat, Sabtu (10/1/2026) malam.

JFlow menilai bahwa rivalitas ini adalah aset berharga bagi industri sepak bola nasional. Media dan masyarakat pun menyadari betapa tingginya nilai jual pertandingan ini. 

Namun, JFlow memberikan catatan tebal terkait bagaimana rivalitas ini seharusnya dijalankan.

Baca juga: Demi Nonton Persija, Jak Angel Asal Jakarta Barat Ini Rela Bohongi Atasan

"Kalau rivalitas, wah kudu lah. Kalau enggak ada rivalitas, nonton bola apa serunya? Rivalitas aja, bikin tim lawan tertekan," ucap pria berusia 40 tahun itu.

Akan tetapi, Joshua Matulessy mengecam keras jika rivalitas tersebut berujung pada tindakan kriminal atau anarkis yang merugikan masyarakat umum. 

"Ini (rivalitas) perlu dirawat, ini tradisi yang perlu dilanjutin. Yang enggak perlu dilanjutin adalah kekerasan vandalismenya. Itu," jelas JFlow.

"Jangan ada sweeping plat nomor nomor sehingga orang sampai merasa takut untuk datang ke stadionnya. Jangan ya," tambahnya.

JFlow mengingatkan bahwa esensi dari sepak bola adalah hiburan. Kemacetan atau keramaian jalanan saat pertandingan dianggapnya sebagai bagian dari pesta bola, namun kekerasan fisik adalah hal yang haram.

"Rivalitasnya jangan yang makan korban. Itu aja sih kalau gue. Tapi bahwa ini berseterunya, keren," ujar JFlow. (Ari).

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved