Senin, 27 April 2026

Gempa Bumi

Ini Penjelasan BMKG Terkait Gempa Bumi di Karawang-Bekasi

Daryono mengungkapkan bahwa gempa Karawang-Bekasi dengan kekuatan 4,9 magnitudo dipicu West Java back-arc thrust.

Editor: murtopo
Tribun Bekasi/Muhammad Azzam
BANGUNAN RUSAK AKIBAT GEMPA -- Sarana ibadah Musala di Desa Sukabungah Kecamatan Bojongmangu, Kabupaten Bekasi alami rusak berat akibat gempa pada Rabu (20/8/2025) malam. 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM -- Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono mengugnkapkan pemicu terjadinya gempa bumi di Kabupaten Bekasi-Karawang yang terjadi pada Rabu (20/8/2025) malam.

Dilanisr dari akun X @DaryonoBMKG, Daryono mengungkapkan bahwa gempa Karawang-Bekasi dengan kekuatan 4,9 magnitudo dipicu West Java back-arc thrust, dulu dikenal dengan Sesar Baribis, namun ternyata Sesar Baribis itu salah satu segmen dari West Java back-arc thrust.

Gempa yang terjadi pada Rabu, 20 Agustus 2025 pukul 19:54:55 WIB di Karawang-Bekasi diguncang gempa tektonik.

Menurut Daryono hasil analisa BMKG menunjukkan gempa ini memiliki parameter update M 4,7. 

Baca juga: Gempa Bumi di Kabupaten Bekasi, Bangunan Puskemas Pangkalan Karawang Rusak Diguncang Gempa

Episenter pada koordinat 6.52 LS dan 107.25 BT, tepatnya di darat 19 km Tenggara Kab Bekasi, Jawa Barat kedalaman 10 km.

Lebih lanjut Daryono mengungkpkan bahwa dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, Gempa Karawang-Bekasi M4,7 merupakan jenis gempabumi dangkal yang dipicu oleh sumber gempa sesar naik busur belakang Jawa Barat (West Java back arc thrust) dengan mekanisme naik (thrusting).

Gempa Karawang-Bekasi ini dirasakan  di Bekasi dgn Intensitas III - IV MMI, Di Purwakarta, Cikarang dan Depok Intensitas III MMI, Di  Bandung, Jakarta, Tangerang Selatan, Bekasi Timur Intensitas II - III MMI,  Di Tangerang, Pandegalang, Cianjur dan Pelabuhanratu, Lebak II MMI.

Baca juga: BPBD Kabupaten Bekasi Sebut Gempa Bumi Terjadi di Perbatasan Bekasi-Karawang

Sementara itu akibat dampak ditimbulkan oleh gempa di Bekasi satu sarana ibadah Musala di Desa Sukabungah Kecamatan Bojongmangu alami rusak berat akibat gempa pada Rabu (20/8/2025) malam.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi Dodi Supriadi  mengatakan beruntung tidak ada korban jiwa akibat gempa yang merusak bangunan musala tersebut.

"Data dari lapangan ada satu Musala roboh, kami masih terus monitor dan menunggu laporan dari tim yang telah menyebar di lapangan," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik pada BPBD Kabupaten Bekasi Dodi Supriadi kepada Tribun Bekasi pada Rabu (20/8/2025).

Baca juga: Gempa Bumi di Bekasi Terasa HIngga Depok, BMKG: Skala MMI II-III

Dodi menjelaskan, saat ini Tim BPBD Kabupaten terus berkoordinasi dengan BMKG, BPBD Provinsi Jawa Barat, dan aparatur Kecamatan untuk memantau perkembangan situasi serta kemungkinan adanya gempa susulan.

Masyarakat dihimbau tetap waspada namun tidak panik, serta selalu memperhatikan informasi resmi dari BMKG dan BPBD Kabupaten Bekasi.

"Tetap tenang dan waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Jangan mudah percaya pada informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan," katanya.

Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 4,9 mengguncang wilayah perbatasan Kabupaten Bekasi dan Karawang Jawa Barat, pada Rabu (20/08/2025) pukul 19.54 WIB.

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pusat gempa (episenter) berada pada koordinat 6,48° LS dan 107,24° BT atau sekitar 14 kilometer tenggara Kabupaten Bekasi, dengan kedalaman 10 kilometer.

Getaran dirasakan cukup kuat selama beberapa detik di sejumlah kecamatan seperti Cikarang Selatan, Cikarang Pusat, Cikarang Utara, Karangbahagia Tambun Selatan, dan Babelan. (MAZ)

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved