Rabu, 15 April 2026

Kabupaten Bogor

Viral Hujan Debu di Citeureup, Diduga Berasal dari Kebocoran Pabrik Semen

Kepala Desa Citeureup Padi Ardianto, mengatakan peristiwa hujan debu tersebut terjadi pada Minggu (10/8/2025).

Penulis: Hironimus Rama | Editor: murtopo
istimewa
HUJAN DEBU - Fenomena hujan debu terjadi di Citeureup, Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (10/8/2025). Peristiwa ini diduga berasal dari kebocoran pabrik semen di Citeureup. 

Laporan wartawan Wartakotalive.com Hironimus Rama

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, CIBINONG - Viral di media sosial video hujan debu melanda kawasan Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Dalam video yang diunggah akun Instagram @infojawabarat pada Kamis (14/8/2025), tampak sejumlah anak sedang berlarian sambil meneriakan adanya hujan abu.

Mereka bahkan berteriak minta pertolongan kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

"Uh, parah hujan abu. Tolong, pak Dedi, pak Dedi," demikian suara anak-anak yang terekam dalam video.

Baca juga: Perbaiki Jalan Rusak di Pabuaran Cibinong, Rudy Susmanto Berikan Bantuan 400 Semen dan 2 Truk Molen

Dalam narasi video, kejadian itu terjadi di Kampung Cigeger, Desa Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sejak Minggu (10/8/2025).

Kejadian ini menyebabkan jalanan, atap rumah, kendaraan dan jemuran berubah kusam tertutup lapisan debu.

Fenomena ini diduga berasal dari aktivitas pabrik semen yang tidak jauh dari pemukiman.

Tak cuma bikin pandangan terganggu, hujan debu juga menggangu kesehatan masyarakat. Ratusan warga terdampak masalah ini.

Terkait hal itu, Kepala Desa Citeureup Padi Ardianto, mengatakan peristiwa hujan debu tersebut terjadi pada Minggu (10/8/2025).

Baca juga: Emak-emak di Depok Jatuh dari Motor Akibat Tumpahan Semen Cor di Jalan KSU Tirtajaya Sukmajaya

"Ya betul sekali, terjadi jam 4 sore hari Minggu kemarin," kata Ardianto di Citeureup, Jumat (15/8/2025).

Dia mengungkapkan debu tersebut berasal dari salah satu pabrik semen yang mengalami kebocoran.

"Kita sudah turun ke lapangan. Insyallah kita mau merapat ke PT Indocement," ujarnya.

Ardianto mengungkapkan hujan debu ini berdampak terhadap masyarakat Citeureup.

"Rumah penduduk berwarna putih semua, terus jemuran memutih dan warga mengalami batuk-batuk. Diperkirakan ada sebanyak 1.200 warga terdampak," tandasnya.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved