Sabtu, 6 Juni 2026

Banjir Jakarta

Kampung Makasar Jaktim Kebanjiran Gara-gara Tanggul Kali Jebol

Aprilia melanjutkan, pihaknya sudah memberikan imbauan kepada warga di empat RW tersebut untuk segera mengungsi.

Tayang:
Penulis: Miftahul Munir | Editor: murtopo
Wartakotalive.com/Miftahul Munir
BANJIR JAKARTA - Warga diempat RW Kelurahan Kampung Makasar, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur terpaksa harus mengungsi setelah tanggul kali di wilayahnya jebol, Senin (7/7/2025) sore. Salah seorang warga bernama Edi tampak sedang dorong sepeda motor yang mogok karena kebanjiran di RW 04 Kampung Makasar, Senin (7/7/2025). (WARTA KOTA/MIFTAHUL MUNIR) 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Miftahul Munir

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, MAKASAR - Warga diempat RW Kelurahan Kampung Makasar, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur terpaksa harus mengungsi setelah tanggul kali di dekat lokasi jebol, Senin (7/7/2025) sore 

Tiga Pilar Kecamatan Makasar pun langsung turun tangan melakukan evakuasi warga agar tidak terjebak banjir di rumahnya.

Sekretaris Kelurahan Makasar, Aprilia turun andil dalam menjemput warga yang terjebak di rumahnya.

Ia naik perahu karet membantu petugas TNI, Polri dan Timsar untuk evakuasi warga.

Banjir di sana diperkiran 80 sentimeter sampai satu meter dan total RW yang terdampak ada sekira 4.

Baca juga: Jakarta Diterjang Banjir Kiriman, Hujan Lokal dan Banjir ROB, Pramono Ngaku Begadang Pantau Banjir

"Yang terdampak ada empat RW, yaitu RW 04, 05, 06 dan 07," ujarnya di atas perahu, Senin.

Aprilia melanjutkan, pihaknya sudah memberikan imbauan kepada warga di empat RW tersebut untuk segera mengungsi.

Sebab, ia khawatir air bakal terus tinggi karena cuaca pada sore ini sudah mendung.

Ia menyatakan, sebagian warga yang memiliki rumah 2 lantai, mengungsi di bagian atas.

Baca juga: Banjir 3 Meter Mulai Surut, Warga Bidara Cina Jaktim Pulang ke Rumah Setelah Semalaman Mengungsi

Mereka takut ada pelaku kriminal jika meninggalkan rumahnya.

"Biasanya yang punya rumah 2 lantai, itu mengungai di lantai dua," ucapnya.

Sementara itu, warga bernama Edi mengaku ingin ke Puskesmas dan harus menerjang banjir di pemukiman rumahnya.

Ia terpaksa harus mendorong sepeda motornya ketika melintas di sana karena tiba-tiba mesinnya mati.

"Kalau saya muter mau ke Puskesmas, itu lama butuh waktu 15 menit. Makanya saya lewat sini," tutupnya. (m26)

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved