Berita Jakarta

Cegah Terjadinya Pelecehan Seksual, LRT Jabodebek Terapkan Gerbong Khusus Wanita di Paling Belakang

Kepala Divisi LRT Jabodebek, Mochamad Purnomosidi mengatakan, penerapan gerbong khusus itu tidak mengikuti KRL tapi memang permintaan dari pelanggan.

Penulis: Miftahul Munir | Editor: murtopo
Tribunnewsdepok.com/Hironimus Rama
LRT JABODEBEK - Kereta LRT sedang dipersiapkan berangkat menuju Stasiun Dukuh Atas di Stasiun LRT Harjamukti, Kota Depok, Senin (28/8/2023). Demi mencegah terjadinya pelecehan seksual dan perselisihan, LRT Jabodebek menerapkan gerbong khusus untuk wanita. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Miftahul Munir

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BEKASI - Demi mencegah terjadinya pelecehan seksual dan perselisihan, LRT Jabodebek menerapkan gerbong khusus untuk wanita.

Kepala Divisi LRT Jabodebek, Mochamad Purnomosidi mengatakan, penerapan gerbong khusus itu tidak mengikuti KRL tapi memang permintaan dari pelanggan.

"Ini adalah permintaan untuk mengurangi kondisi yang tidak diinginkan, kami sediakan kereta khusus wanita," kata Purnomo Senin (24/2/2025) kemarin.

Namun, Purnomo mengaku penerapan kereta khusus wanita dilakukan secara mobile atau tidak terfokus di satu rangkaian saja.

Baca juga: LRT Jabodebek Terapkan Tarif Rp 5.000 di Hari H Pencoblosan Pilkada Jakarta

Sebab, masih banyak penumpang yang ingin berfoto kereta tanpa masinis itu di bagian depan atau belakang.

"Kami juga masih sosialisasi ke sekolah-sekolah, banyak dari mereka yang ingin naik LRT (untuk foto kereta tanpa masinis). Jadi penerapan kereta khusus itu di rangkaian paling belakang," tegasnya.

Sebelumnya, LRT Jabodebek merupakan salah satu proyek strategis dari Presiden ke-7 Joko Widodo untuk mengurai penumpukan penumpag KRL Jakarta, Bogor dan Bekasi.

Baca juga: Bus BTS Siap Mengaspal di Depok, Jadi Penghubung KRL Commuter Line dengan LRT Jabodebek

Mochamad Purnonosidi mengatakan, pihaknya terus melakukan perbaikan kualitas pelayanan demi kepuasan para penumpang.

Misalnya, kata Purnomo, pihaknya sedang berupaya meningkat kecepatan kereta api agar waktu tempuh sampai stasiun lebih pendek.

"Kemudian headway nya pun semakin pendek, ini merupakan program strategi kami di tahun 2025," kata Purnomo, Senin (24/2/2025). (m26)

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved