Imlek 2025
Hadiri Perayaan Imlek Lansia di Depok, Ini Pesan Ketua Matakin Budi Tanuwibowo
Dia berharap momen persaudaraan seperti ini juga terjadi pada perayaan keagamaan lainnya seperti Lebaran, Natal, Waisak, dan lain-lain
Penulis: Hironimus Rama | Editor: Vini Rizki Amelia
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, CIMANGGIS - Ketua Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (Matakin) Budi Tanuwibowo menghadiri perayaan Imlek Lansia 2576 Kongzili di Kota Depok, Jawa Barat, pada Sabtu (22/2/2025).
Bertempat di Rumah Ibadah Majelis Agama Konghucu Indonesia (Makin) Litang Harmoni Kehidupan, Kelurahan Cisalak, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, kegiatan ini dihadiri oleh sekira 100 orang warga Tionghoa di Depok dan sekitarnya.
Budi mengatakan Imlek pada dasarnya merupakan sebuah awal dari sistem kalender.
"Kita kenal Kalender Masehi 2025, Kalender Hijriah 1446, dan Kalender Imlek 2576. Kalender Imlek menggabungkan antara Kalender Masehi dengan Hijriah," kata Budi di Cimanggis, Sabtu (22/2/2025).
Baca juga: Komunitas Sahabat Kecil Gelar Perayaan Imlek bagi Lansia di Depok
Selain itu, Imlek juga mempunyai makna sebagai momen bagi manusia untuk berkontemplasi dan berinteraksi dengan sang pencipta.
"Manusia mensyukuri rahmat selama setahun yang lewat dan memohon penguatan iman untuk tahun berikutnya," jelas Budi.
Dia menambahkan Imlek merupakan awal dari siklus kerja baru yang diatur pada awal musim semi di Tiongkok sebagai tempat asal agama Konghucu.
"Biasanya Imlek dimulai pada 20 Januari sampai 19 Februari karena itu adalah awal musim semi di bumi bagian utara. Itulah saatnya memulai kerja di bidang pertanian," jelas Budi.
Baca juga: Gara-gara Asap Hitam Masuk Rumah, Bentrok Antar Warga di Kelapa Gading Pecah
Setelah berjalan cukup lama, lanjut Budi, Imlek menjadi momen budaya dengan adanya aktivitas kesenian.
"Imlek kini bukan hanya milik umat Konghucu tetapi milik umum atau dunia. Ini momen untuk merekatkan kembali hubungan yang rapuh antara keluarga, sahabat dan kerabat," tutur Budi.
Pria yang memperjuangkan adanya perayaan Imlek di era Presiden Gus Dur ini mengapresiasi perayaan Imlek di Cimanggis, Kota Depok.
Dia menilai perayaan Imlek ini menyatukan para sahabat dan saudara yang sudah berpencar meskipun berbeda-beda agama.
"Imlek hari ini di Cimanggis merekatkan kembali hubungan orang-orang yang berasal dari Makin Cimanggis. Meskipun telah menyebar ke berbagai wilayah dengan keyakinan berbeda, tetapi pada momen Imlek ini mereka bersatu kembali," tuturnya.
Menurut Budi, perayaan Imlek Lansia ini mewujudkan cita-cita Konghucu yaitu membangkitkan yang tua, merekatkan yang muda dan antara sahabat bisa saling percaya.
Baca juga: Mahasiswa S3 FFUI Teliti Tanaman Kiat-kiat asal Kalsel Bisa Sembuhkan Diabetes, Lulus Summa Cumlaude
"Imlek ini menjadi momen persaudaraan dan persatuan bagi seluruh bangsa Indonesia yang majemuk," ucap Budi.
Dia berharap momen persaudaraan seperti ini juga terjadi pada perayaan keagamaan lainnya seperti Lebaran, Natal, Waisak, dan lain-lain.
"Indonesia adalah bangsa ya g besar. Modal bangsa ini adalah persatuan. Kalau persatuan hancur, habis kita sebagai bangsa. Kita bisa pecah berkeping-keping," tandas Budi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Imlek-lansia-do-kota-depok.jpg)