Pencemaran Limbah
Warga Sukmajaya Demo Pencemaran Limbah, Ini Klarifikasi Pihak Pabrik PT Indo Fermex
Perusahaannya PT Indo Fermex juga telah melakukan pertemuan dengan masyarakat dan dimediasi perangkat pemerintah dan kepolisian.
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, SUKMAJAYA -- Pihak pabrik dari PT Indo Fermex memberikan kalrifikasi terkait pemberitaan demonstrasi warga soal pencemaran limbah pabrik.
Sebelumnya, puluhan warga mengadakan aksi demonstrasi di depan PT Indo Fermex, Jalan Tole Iskandar, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat, Rabu (12/2/2025).
Dalam aksinya, warga menuntut pertanggungjawaban perusahaan atas pencemaran limbah pabrik di lingkungan RW 04 Kelurahan Sukmajaya.
Mereka membawa alat peraga spanduk dan poster bertuliskan berbagai aspirasi dan tuntutan.
Dalam aksi tersebut ada warga bernama Pujiono mengaku sang istri meninggal dunia delapan bulan yang lalu usai mengidap asma.
“Sampai istri saya tidak punya penyakit asma, terkena pak,” kata Pujiono di lokasi.
Manajemen PT Indo Fermex Agus Irfan dalam suratnya menyebutkan bahwa perusahaanya merupakan produsen ragi sebagai bahan pembantu untuk membuat bahan makanan yang sudah berdiris ejak tahun 1977.
Selama ini PT Indo Fermex telah memiliki sertifikat BPOM, sertifikat halal, FSCC (Food Safety System Certification) dan telah memperoleh penghargaan PROPER biru.
Hal tersebut menunjukkan bahwa perusahaan telah memenuhi standar pengelolaan lingkungan yang ditetapkan oleh KLH.
Serta telah memiliki standar mutu produk yang telah diawasi oleh berbagai instansi pemerintah lainnya.
Perusahaannya PT Indo Fermex juga telah melakukan pertemuan dengan masyarakat dan dimediasi perangkat pemerintah dan kepolisian.
"Dan dalam pertemuan tersebut tidak ada disampaikan akibat pencemaran limbah pabrik perusahaan kami telah menewaskan warga seperti yang disebutkan dalam pemberitaan," tulis Agus Irfan dalam surat hak jawabnya.
Sementara itu Pujiono Sardi, masih dalam keterangan pihak pabrik, sebagai narasumber berita tersebut juga telah memberi klarifikasi terkait ucapannya, Isteri saya meninggal karena pencemaran limbah pabrik PT Indo Fermex."
"Dan berdasarkan surat pernyataannya yang ditandatangani di hadapan saksi-saksi, Pujiono mengaku mengucapkan pernyataan tersebut dalam keadaan emosi dan secara sukarela telah mencabut pernyataannya di Media Massa tersebut," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/aksi-demonstrasi-pencemaran-limbah-pabrik-di-depan-PT-Indo-Fermex.jpg)