Kabupaten Bogor
Pabrik Tembakau Sintetis Terbesar Ditemukan di Sentul, Ini Kata Kepala BNN Kabupaten Bogor
Pabrik tembakau sintetis ini merupakan pabrik narkoba terbesar yang ditemukan di Jawa Barat dengan barang bukti mencapai 1 ton.
Penulis: Hironimus Rama | Editor: murtopo
Laporan wartawan Wartakotalive.com Hironimus Rama
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, CIBINONG - Tim gabungan dari Polda Jawa Barat (Jabar) dan Polres Bogor membongkar pabrik narkoba di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Senin (3/2/2025).
Pabrik tembakau sintetis ini merupakan pabrik narkoba terbesar yang ditemukan di Jawa Barat dengan barang bukti mencapai 1 ton.
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bogor, AKBP Anggun Cahyono, buka suara terkait penemuan pabrik narkotika (clandestine laboratory) ini.
Menurutnya, Kabupaten Bogor menjadi sarang bagi pelaku pembuatan narkotika karena wilayahnya yang luas.
Baca juga: Polres Bogor Bongkar Clandestine Laboratory Narkotika di Sentul, Ditemukan 1 Ton Tembakau Sintetis
"Kabupaten Bogor ini mempunyai wilayah yang luas yang terbentang di 40 kecamatan dan 416 desa. Dengan jumlah penduduk 5,9 juta jiwa, ini menjadi target bagi pengedar narkotika," kata Anggun di Cibinong, Senin (10/2/2025) malam.
Dia menjelaskan tembakau sintetis bukan modus atau metode baru dalam peredaran narkotika. Namun narkotika ini lebih murah harganya dari ganja atau pun sabu.
"Dengan masifnya upaya pemusnahan ganja di Aceh maka tidak mudah bagi pengedar mendapatkan ganja. Karena itu, tembakau sintetis menjadi solusi," jelasnya.
Selain harga lebih murah, pembuatan tembakau sintetis juga lebih mudah dilakukan.
"Produksinya juga lebih mudah, tidak butuh teknologi tinggi dan tidak butuh orsng yang mengerti bahan kimia," beber Anggun.
Baca juga: Pabrik Narkotika yang Diungkap di Sentul Bogor Terbesar di Jabar, Barang Bukti Capai 1 Ton
Anggun mengajak semua pihak untuk bersama-sama memerangi peredaran narkotika di Kabupaten Bogor.
"Ini pekerjaan besar kita semua. Kalau bukan kita yang jaga Kabupaten Bogor, siapa lagi?" ucapnya.
Selama 3 bulan bertugas di Kabupaten Bogor, Anggun menggandeng semua pihak untuk memberantas peredaran narkotika.
"Kita bekerja sama dengan semua stakeholder terkait, mulai dari institusi negara, institusi swasta, organisasi masyarakat dan media agar Kabupaten Bogor bersih dari narkoba. Kita telah melakukan mitigasi, pencegahan dan rehabilitasi," tuturnya.
Dia meminta masyarakat Kabupaten Bogor agar segera melapor ke aparat jika melihat aktivitas yang mencurigakan terkait peredaran narkotika.
"Kita harus sama-sama peduli lingkungan dan saling mengingatkan. Kalau ada warga yang mencurigakan terkait peredaran narkotika, masyarakat bisa laporkan ke Polsek, Babinkhamtibmas, Babinsa dan BNN agar segera ditangani," tandas Anggun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Kepala-BNN-Kabupaten-Bogor-AKBP-Anggun-Cahyono-11225.jpg)