Senin, 8 Juni 2026

Kriminalitas

Sandy Permana Pemain Sinetron Mak Lampir Tewas Diduga Dibunuh Tetangganya Sendiri

Ada dugaan pelaku merupakan tetangga korban sendiri, tetapi Ade Ary akan memastikannya kembali.

Tayang:
Penulis: Ramadhan LQ | Editor: murtopo
Tribun Bekasi/Muhammad Azzam
Kakak ipar almarhum Sandy Permana, Amelia (41) memegang foto semasa hidup Sandy Permana di rumah duka di komplek perumahan TNI-Polri Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi pada Senin (13/1/2025). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Ramadhan L Q 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, SEMANGGI - Seorang saksi mengungkapkan sebelum ditemukan tewas pemain sinetron Sandy Permana ternyata sempat terlibat baku hantam dengan pelaku sebelum ditemukan tewas.

Sandy Permana ditemukan tewas dengan luka tusuk di dekat rumahnya, di Jalan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Minggu (12/1/2025) pagi.

Keterangan saksi itu diungkapkan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi.

"Berdasarkan fakta yang ditemukan, diduga ada saksi yang melihat ada seorang laki-laki yang sedang berkelahi dengan korban," ujar Ade Ary, kepada wartawan, Senin (13/1/2025).

Baca juga: Pemain Sinetron Mak Lampir Sandy Permana Tewas Ditusuk Usai Memberi Pakan Ternak di Cibarusah Bekasi

Kendati demikian, belum diketahui siapa sosok pelaku tersebut.

Ada dugaan pelaku merupakan tetangga korban sendiri, tetapi Ade Ary akan memastikannya kembali.

"Nanti kami pastikan lagi," ucap eks Kapolres Metro Jakarta Selatan itu.

Ia menuturkan, tim gabungan terdiri dari Polsek Cibarusah dan Polres Metro Bekasi dibantu Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah memeriksa empat orang saksi.

Baca juga: Suporter Persita Disweeping di Tol Jagorawi, Polres Bogor Amankan 103 Suporter PSIS Semarang

"Terus melakukan pendalaman setelah mendatangi TKP, olah TKP melakukan pemeriksaan setidaknya ada 4 saksi itu antara lain seorang ibu yang melihat korban itu dengan ada satu saksi diduga sedang berkelahi, kemudian yang sedang berkelahi dengan korban itu melotot dan akhirnya pergi," katanya.

"Saksi kedua adalah istri dari orang yang bekelahi dengan korban, seorang sekuriti juga diambil keterangan, yang terakhir ada tetangga korban yang melihat adanya keributan antara korban dengan seorang laki laki," sambung dia. 

Baca juga: Belum Ada Perkembangan di Kejari, Sandi Butar Butar Terus Kejar Kasus Dugaan Korupsi di Damkar Depok

Sososk Sandi Permana dimata keluarga dan tetangga

Tewasnya Sandy Permana (46), pemain sinetron berjudul Misteri Gunung Merapi atau Mak Lampir lantaran  ditusuk di Perumahan Cibarusah, Kabupaten Bekasi pada Minggu (12/1/2025) membawa duka mendalam bagi keluarga.

Keluarga dan tetangga menilai sosok Sandy Permana (46) merupakan sosok yang ramah dan mudah bergaul.

"Di mata keluarga adek ipar saya (korban) ini supel ya, bergaul terus orangnya sangat ramah semua orang disini pada tau dia (korban)," kata Kakak ipar korban, Amelia (41) di rumah duka di komplek perumahan TNI-Polri Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi pada Senin (13/1/2025).

Amelia menyebut, korban sudah 10 tahun tinggal di komplek perumahan tersebut sejak tahun 2013. Ia juga tercatat pernah menjabat sebagai ketua RT 05 RW 08 pada periode 2013 hingga 2015.

Korban selalu sigap menolong baik secara materi maupun tenaga.

"Jadi orang-orang itu sudah tau dia (korban), orangnya emang supel bangat suka menolong orang kalo ada kasus apa ditolong," ucap Amelia.

Selain itu, Korban juga pernah mengikuti kontestasi pada Pilkada 2024 - 2029 dan terdaftar sebagai calon legislatif (caleg) dari Partai Hanura, dapil I Kabupaten Bekasi.

"Kan saat itu dia sempet nyalon anggota dewan juga," kata Dia.

Amelia mengaku, shock dan tidak percaya akan kejadian yang menimpa adik iparnya itu. Saat ini keluarga korban dalam keadaan berkabung.

"Engga pernah ada masalah setahu saya dengan siapapun. Orang baik, ramai dan suka menolong," katanya.

Sementara itu, salah satu rekan kerja korban saat bekerja di sebuah showroom sepeda motor, Erlina (32) mengatakan korban dikenal sebagai sosok yang perhatian terhadap teman kerja.

"Orangnya bae, bae banget orangnya, kita kenal kan memang dari tahun 2015 tuh kerja bareng udah gitukan kita anak buahnya itu kita tau gak pernah ada masalah sama siapa pun," kata Erlina.

Diketahui, Sandy Permana meninggalkan seorang istri, dan tiga orang anak yang masih berusia, 6, 4 dan 2 tahun.

Keluarga dan tetangga almarhum, berharap polisi dapat segera menangkap pelaku dan diminta hukum seberat-beratnya.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kompol Onkoseno Grandiarso Sukahar mengatakan, setelah pemeriksaan terhadap jasad korban ditemukan beberapa luka tusuk dari senjata tajam.

Seno mengatakan saat ini polisi tengah dilakukan penyelidikan lebih dalam dengan mengumpulkan barang bukti serta memeriksa sejumlah saksi yang ada di lokasi kejadian.

"Polres Metro Bekasi sudah melakukan olah TKP dan ditemukan beberapa luka tusuk pada tubuh korban," katanya.

Dia menambahkan, saat ini Reskrim Metro Bekasi sedang mendalami dan mencari pelaku.

Pihaknya juga sudah kantongi identitas pelaku. Karena korban dan pelaku saling mengenal dan merupakan warga setempat.

"Motif masih kita dalami tapi menurut warga sebelumnya korban sempat terlibat cekcok dengan terduga pelaku itu," katanya. (m31/MAZ)

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved