Minggu, 12 April 2026

Berita Politik

Bisik-bisik Antara Anies dan Ahok Disebut Bisa Jadi Sinyal Simbol Oposisi

Kalau Anies dan Ahok dapat memposisikan sebagai simbol oposisi non parlemen, maka kontrol terhadap pemerintah akan lebih berarti.

Editor: murtopo
KOMPAS.com/RAMA PARAMAHAMSA
Anies Baswedan dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) duduk berdampingan dan saling berbisik di acara Bentang Harapan JakAsa di Balai Kota Jakarta, mengindikasikan makin eratnya hubungan kedua tokoh nasional tersebut. 

Laporan wartawan wartakotalive.com Yolanda Putri Dewanti

TRIBUNNEWSDEPOK.COM JAKARTA — Momen kedekatan antara Anies Baswedan dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang duduk berdampingan dan saling berbisik dalam acara Bentang Harapan JakAsa di Balai Kota Jakarta mengindikasikan makin eratnya hubungan kedua tokoh nasional tersebut.

Menurut Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga keratan hubungan Anies-Ahok diharapkan dapat tertular ke pendukungnya.

Setidaknya hubungan pendukung Anies dan Ahok dapat lebih cair sehingga warga Jakarta lebih tentram dan harmonis.

“Harmonisnya pendukung Anies dan Ahok dapat menjadi kekuatan dalam membantu Pramono-Rano membangun Jakarta. Hal itu akan memudahkan Pramono-Rano merealisir janji-janji politiknya saat kampanye Pilkada 2024,” ucap Jamil dalam keterangannya, Kamis (2/1/2024).

Baca juga: Tahun Baru 2025, Gubernur Jakarta Periode 1997-2022 Kumpul Bareng, Kedekatan Ahok-Anies Jadi Sorotan

Jamil mengatakan, bisa jadi saling bisik Anies-Ahok salah satunya terkait hal itu.

Dua tokoh tersebut bisa saja secara bersama akan menyampaikan dukungan penuhnya kepada Pramono-Rano dalam melaksanakan fungsi dan tugasnya sebagai gubernur dan wakil gubernur Jakarta.

“Meskipun dukungan itu sudah disampaikan saat Pramono dan Rano sebaga calon gubernur dan wakil gubernur, namun hal itu disampaikan secara terpisah. Efek politis, psikologis, dan sosiologisnya akan berbedah bila disampaikan bersamaan,” ucapnya.

Selain itu, Anies dan Ahok tampaknya akan melakukan pidato politik bersama. Pidato politik itu bisa jadi respon mereka terhadap persoalan berbangsa dan bernegara kontemporer.

Baca juga: Jubir Sebut Komunikasi Anies Baswedan dengan Pramono-Rano dan PDIP Makin Baik, Masuk Tim Transisi?

Diantaranya bisa jadi berkaitan dengan Pilkada melalui DPRD, kembali ke UUD 1945, PPN 12 persen, pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), dan penanganan pelanggaran HAM. Isu-isu tersebut bisa jadi menjadi topik utama bila Anies dan Ahok melakukan pidato politik bersama.

Jadi, Anies dan Ahok bisa saja menyampaikan hal-hal yang spesifik terkait Joko Widodo, terutama isu-isu sensitif terkait Jokowi pasca pensiun presiden.

Anies dan Ahok menyampaikan hal itu bisa jadi sebagai awal mendeklarasikan sebagai simbol oposisi. Mereka ingin menjadi simbol perlawanan terhadap pemerintahan yang berkuasa saat ini.

Posisi itu berpeluang akan mereka ambil mengingat lemahnya partai oposisi saat ini. Hanya PDIP yang saat ini berada di luar kekuasaan.

Kalau Anies dan Ahok dapat memposisikan sebagai simbol oposisi non parlemen, maka kontrol terhadap pemerintah akan lebih berarti. Hal ini setidaknya dapat menyelamatkan demokrasi di tanah air.

Bahkan tak menutup kemungkinan peran oposisi itu mereka ambil untuk persiapan Pilpres 2029. Bisa saja dua sosok itu akan berpasangan pada Pilpres 2029.(m27)

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved