Minggu, 26 April 2026

Kesehatan

Waspada Penyakit leptospirosis, Meningkat di Musim Hujan, Ini Gejala dan Pencegahannya

Leptospirosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi air kencing tikus hingga penyebarannya meningkat pada musim penghujan.

Penulis: M. Rifqi Ibnumasy | Editor: murtopo
istimewa
Ilustrasi -- Tikus penyebab penyakit leptospirosis. 

Laporan wartawan TribunnewsDepok.con, M Rifqi Ibnumasy 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, PANCORAN MAS - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok memberikan peringatan kewaspadaan penyakit leptospirosis memasuki musim penghujan.

Leptospirosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi air kencing tikus hingga penyebarannya meningkat pada musim penghujan.

Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Umi Zakiati menjelaskan, infeksi kencing tikus tersebut disebabkan oleh bakteri leptospira.

Saat hujan, air kencing tikus ini akan mengkontaminasi air banjir ke sejumlah media seperti tanah, makanan, maupun benda-benda lain disekitar tempat tinggal. 

Baca juga: Warga Depok Diminta Waspada Penyakit Leptospirosis, Penyebarannya Meningkat Saat Musim Hujan

Penularan penyakit leptospirosis terjadi melalui kontak secara langsung atau tidak langsung dengan urine hewan yang terinfeksi. 

"Selama musim hujan ini masyarakat diminta waspada terhadap penyakit leptospira, karena berpotensi terjangkit penyakit tersebut terlebih pada wilayah rawan banjir," kata Umi, Senin (23/12/2024).

Kata Umi, penularan penyakit ini terjadi rata-rata 7 sampai 10 hari sebelum timbul gejala klinis.

Gejala yang ditimbulkan dari penyakit leptospirosis diantaranya demam, nyeri kepala dan otot, batuk dengan atau tanpa darah hingga pendarahan. 

Ada beberapa kelompok yang rentan tertular leptospirosis, yakni korban banjir, petani, peternak, pekerja rumah potong hewan, dan pembersih selokan.

Baca juga: Tingkatkan Kesehatan Masyarakat, TP PKK dan Mitra Gelar Pengobatan Gratis di Kabupaten Tangerang

Meski demikian, masyarakat dapat melakukan pencegahan dengan memperbaiki sanitasi dan penggunaan perangkap untuk mengendalikan tikus. 

Selain itu, pemilik hewan ternak juga dapat memberikan vaksinasi dan pemberian desinfeksi pada penampungan air.

"Pemakaian pakaian khusus seperti sepatu boot dan sarung tangan juga dapat menghindari kontak dari tanah yang terkontaminasi," ujarnya.

Umi menambahkan, jika masyarakat terkena penyakit leptospirosis, dalam kondisi ringan tidak perlu penanganan khusus karena akan sembuh dalam waktu tujuh hari.

"Kalau kondisi berat, silakan melakukan pemeriksaan ke rumah sakit agar diberikan obat-obatan untuk meredakan gejala dan mengatasi infeksi bakteri," pungkasnya. (m38)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved