Terorisme
3 Terduga Teroris Kelompok Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Daeng Koro dan Santoso Ditangkap
Polisi amankan barbuk majalah “Hidayatullah, Edisi Milad Ke-16”, satu bilah badik beserta sarungnya, satu buah kompas, satu buah sarung senjata
Penulis: Ramadhan LQ | Editor: Vini Rizki Amelia
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap tiga terduga teroris pada Kamis (19/12/2024).
Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Aswin Siregar menuturkan, ketiga orang tersebut berinisial RR, MW, dan AS.
"Keterlibatan MW adalah anggota kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Sabar Daeng Koro dan Santoso," ujar Aswin, dalam keterangannya, Jumat (20/12/2024).
Selain itu, pelaku juga melakukan penembakan dengan menggunakan senjata api jenis FN di Desa Sepe, Lage, Poso, Sulawesi Tengah yang mengakibatkan korban meninggal dunia.
Baca juga: Hadiri KTT ke-11 di Kairo, Presiden Prabowo Sebut Ekonomi Negara D-8 Mewakili 3 Besar di Dunia
"Lalu antar logistik dan bahan-bahan pembuatan bahan peledak atau bom di kamp Daeng Koro di Pegunungan Poso, tempat pelaksanaan Tadrib Asykari atau Pelatihan Militer," ucapnya.
Sedangkan RR merupakan anggota kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Sabar Daeng Koro dan Santoso.
Ia juga fasilitator bagi orang yang akan bergabung dengan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) dalam rangka pelaksanaan Tadrib Asykari atau Pelatihan Militer.
Baca juga: Datang ke Depok, Menteri LH Hanif Faisol Ikuti Rangkaian Acara Festival Ciliwung 2024 di Kampus UIII
"Kemudian melaksanakan Tadrib Asykari bersama kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) dengan materi bongkar pasang senjata api, latihan menembak menggunakan senjata api, teknik tempur, kamuflase, penguatan fisik dan pembuatan bahan peledak," kata dia.
Terakhir, inisial AS tergabung dalam kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT), melaksanakan Tadrib Asykari (pelatihan militer) di daerah Baras, Mamuju Utara, Sulawesi Barat dengan materi penguatan fisik, teori membuat bom, taktik perang, map reading, latihan bongkar pasang senjata api
"Pada akhir tahun 2013 berencana melakukan aksi Amaliyah Fa’i dengan sasaran Bank-bank di wilayah Poso dan Parigi, dan tergabung dalam group media sosial kelompok radikal," ucap Aswin.
Baca juga: Fahri Merasa Tertipu, Mobil yang Baru Dibeli Seharga Rp 16 Juta Malah Terbakar di Margonda Depok
Dari penangkapan itu, barang bukti yang diamankan yakni satu unit senapan PCP beserta tasnya, satu buah pisau karambit beserta sarungnya, satu buah Handy Talkie (HT), satu set peralatan masak untuk kemping beserta tasnya.
Lalu satu buah buku berjudul “Kitab Tauhid 1”, pengarang Dr. Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan, satu buah buku berjudul “Kitab Tauhid 2”, penulis Tim Ahli Tauhid, satu buah buku berjudul “Kitab Tauhid 3”, penulis Dr. Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan.
Ada juga satu buah majalah “Hidayatullah, Edisi Milad Ke-16”, satu bilah badik beserta sarungnya, satu buah kompas, satu buah sarung senjata.
Baca juga: Siswa SMAN 70 Jakarta Aniaya Adik Kelas Lantaran Tak Dapat Uang dari Korbannya
"Masyarakat agar tetap waspada terhadap lingkungan sekitarnya, terutama jika menemukan adanya perilaku orang yang cenderung menutup diri dan menolak bersosialisasi dengan masyarakat," ucapnya.
"Penangkapan terhadap tersangka memberikan fakta bahwa sisa kelompok teror terdahulu masih ada di tengah masyarakat dan memiliki potensi ancaman, baik ancaman aksi teror maupun penyebaran paham radikalis," sambung dia. (m31)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Anggota-Densus-88.jpg)