Jumat, 8 Mei 2026

Pendidikan

IPB University dan Pemkab Bogor Wisuda 36 Peserta Sekolah Pra Nikah

Kepala DP3AP2KB Kab Bogor, Sussy Rahayu Agustini, mengatakan peserta program sekolah pranikah ini berasal dari Desa Sinarsari dan Sukawening, Dramaga.

Tayang:
Penulis: Hironimus Rama | Editor: murtopo
TribunnewsDepok.com/Hironimus Rama
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bersama Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim IPB dan Pusat Pengembangan Sumber Daya Masyarakat (P2SDM) IPB berhasil mencetak 36 orang lulusan Sekolah Pranikah pada Minggu (3/11/2024). 

Laporan wartawan TribunnewsDepok.com Hironimus Rama
 
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, DRAMAGA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bersama Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim IPB dan Pusat Pengembangan Sumber Daya Masyarakat (P2SDM) IPB berhasil mencetak 36 orang lulusan Sekolah Pranikah pada Minggu (3/11/2024).

Bertempat di Kampus IPB Dramaga, acara wisuda program Sekolah Pranikah ini berlangsung meriah.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Bogor, Sussy Rahayu Agustini, mengatakan peserta program sekolah pranikah ini berasal dari Desa Sinarsari dan Sukawening, Dramaga.

"Selama program Sekolah Pranikah, para peserta mempelajari berbagai materi yang relevan, termasuk motivasi pernikahan, manajemen keuangan, serta keterampilan digital dan kewirausahaan," kata Sussy di Cibinong, Senin (4/11/2024).

Baca juga: IPB University Terima 1.164 Mahasiswa Sarjana Terapan dan 81 Mahasiswa Kelas Internasional

Berdasaekan evaluasi, lanjutnya, ada peningkatan pemahaman dan kesadaran yang semakin tinggi dari peserta akan pentingnya persiapan sebelum memasuki dunia pernikahan.

"Program ini harus dilanjutkan di wilayah Kabupaten Bogor, khususnya wilayah dengan angka perkawinan anak yang tinggi," ujar Sussy.

Ketua Program Sekolah Pranikah sekaligus Kepala Divisi Penelitian dan pengembangan SDM P2SDM, Yulina Eva Riany mengungkapkan Sekolah Pranikah ini dikembangkan sebagai aksi nyata atas keprihatinan atas tingginya angka perkawinan anak di Jawa Barat, khususnya Kabupaten Bogor

"Dari sebanyak 70 orang peserta sekolah pranikah di desa Sinarsari dan Sukawening, hanya sebanyak 36 orang peserta yang berhak diwisuda. Mereka ikut secara intensif program Sekolah Pranikah yang diselenggarakan sejak 7 September 2024," papar Yulina.

Baca juga: IPB University Umumkan Peserta Lolos Seleksi Mandiri Jalur Ketua OSIS, PIN dan BUD

Menurutnya, program ini sejalan dengan upaya pencegahan perkawinan anak di wilayah Kabupaten Bogor, yang masih memiliki angka perkawinan anak dan stunting yang signifikan.

"Berdasarkan data, perkawinan anak di Indonesia adalah yang tertinggi kedelapan di dunia pada tahun 2022. Jawa Barat menduduki posisi ketiga secara nasional, dengan Kabupaten Bogor mencatatkan angka stunting sebesar 27,6 persen pada tahun 2023," bebernya.

Acara wisuda ini ditutup dengan pemberian apresiasi kepada perangkat desa atas kontribusinya pada program ini dan bagi tiga peserta sekolah pranikah terbaik. 

"Harapannya para peserta pranikah yang masih berusia remaja ini mampu mengambil keputusan bijak dalam hidup mereka, serta menjadi inspirasi bagi remaja lainnya dalam mempersiapkan masa depan yang lebih cerah," tandas Yulina.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved