Metropolitan
Milenial dan Gen Z Depok Inginkan Perubahan, Was-was Soal Keamanan dan Keselamatan Jiwa
Milenial dan Gen Z Depok Inginkan Perubahan, Was-was Soal Keamanan dan Keselamatan Jiwa. Contohnya Begal Payudara dan Gangster.
Penulis: M. Rifqi Ibnumasy | Editor: dodi hasanuddin
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, PANCORAN MAS - Maraknya begal payudara di Kota Depok membuat khawatir para milenial dan generasi Z atau gen Z.
Mereka khawatir menjadi korban saat berjalan sendirian di gang atau jalan kecil di Kota Depok.
Tak hanya itu yang menjadi curahan hati para milenial dan gen z.
Maraknya gengster dan tawuran pelajar membuat mereka takut jadi korban saat berkendara di jalanan umum.
"Saya was-was kalau jalan sendirian. Habis takut jadi korban. Saat dalam kondisi itu saya merasakan negara tidak hadir. Harus ada perubahan mendasar," kata Indah (20) mahasiswi salah satu universitas swasta di Kota Depok.
Baca juga: Meski Sudah Ditutup, Masih Ada Aktivitas Pembuangan Sampah di TPA Liar Limo Depok
Menurut Indah, ia merasakan tak ada solusi yang dihadirkan negara untuk mencegah terjadinya begal payudara.
Negara hadir ketika korban berjatuhan.
"Saya belum merasakan adanya tindakan nyata untuk mencegah. Semua dipulangkan ke pribadi masing-masing untuk selalu waspada. Sepertinya tak ada ketenangan jalan sendirian di Depok," ujarnya.
Hal senada disampaikan Dewi (19) warga Cipayung, Kota Depok.
Mahasiswi semeter tiga di salah satu perguruan tinggi swasta di Cipayung itu berharap Pemkot Depok melakukan tindakan nyata.
"Saya inginkan adanya keamanan terintegrasi antarlembaga. Selama ini kan CCTV hanya dijadikan alat merekam kejadian, jadi tak menjadi solusi juga," paparnya.
Dewi menambahkan bahwa keamanan di Depok juga belum maksimal. Hal ini terbukti banyaknya kasus pencurian yang diunggah di media sosial.
Sementara itu, Rendy pelajar SMA negeri di Kota Depok berharap pemerintah melakukan tindakan nyata dalam mencegah gangster dan tawuran pelajar.
Baca juga: Siang Bolong, Wanita Muda Jadi Korban Begal Payudara di Pancoran Mas Depok
Sebab, bila tidak ada tindakan nyata, maka keselamatan jiwa para pelajar Kota Depok saat berada di jalanan terancam.
"Saya dan teman-teman was-was kalau sedang naik motor di jalanan. Takut menjadi korban salah sasaran. Mereka itu bawa senjata tajam dan nekat-nekat," tuturnya.
Alia siswi SMP swasta di Kota Depok juga meminta tindakan nyata dalam pencegahan terjadinya tawuran pelajar dan aksi brutal gangster.
"Gangster itu suka nongkrong dekat sekolahan. Kita jadi takut kalau melewati tempat mereka nongkrong. Kita-kita ini yang merasakan langsung kekhawatiran, makanya perlu tindakan tegas," katanya.
Kapolri Jadi Vokalis dan Panglima TNI Gitaris, Tampil Apik Bawakan Lagu Bon Jovi dan Separuh Nafas |
![]() |
---|
Kabel Udara Menjuntai di Jalan Pendongkelan Raya Cengkareng Jerat Pemotor Hingga Jatuh Terluka |
![]() |
---|
Kisah Tragis Pria Beristri dan Anak di Cakung, Jaktim Tak Punya Kerja, Malu dengan Keluarga Mertua |
![]() |
---|
Kisah Istri di Soppeng yang Suaminya Jadi Ayah Tiri, Di Banten Ibu Kandung - Mantan Suami Dipenjara |
![]() |
---|
Kisah Cinta Nyata Suami Istri di Solo yang Dijemput Malaikat Maut di Saat Senja, Merawat Sang Istri |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.