Jumat, 5 Juni 2026

Liga 1

PSS Sleman Dapat Pengurangan 3 Poin di Awal Musim Liga 1 2024/25, Ini Penyebabnya

Sebelumnya, Komdis PSSI sudah melaksanakan sidang pelanggaran disiplin atas kasus yang terjadi di PSS Sleman pada 6 November 2018.

Tayang:
Penulis: Alfarizy Ajie Fadhilah | Editor: murtopo
Twitter @PSSleman
PS Sleman 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Alfarizy AF

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - PSS Sleman dipastikan mendapatkan pengurangan tiga poin pada awal musim BRI Liga 1 2024/25.

Klub berjuluk Super Elang Jawa itu saat ini berada di dasar klasemen sementara usai pekan pertama dengan catatan minus 3 poin.  

Dalam penjelasannya, PT Liga Indonesia Baru (LIB), mengungkapkan jika hal tersebut diputuskan usai sidang yang dilaksanakan Komite Disiplin (Komdis) PSSI, dengan nomor: 001/SK/KD-PSSl/VIII/2024.

Sebelumnya, Komdis PSSI sudah melaksanakan sidang pelanggaran disiplin atas kasus yang terjadi di PSS Sleman pada 6 November 2018.

“Bahwa putusan Pengadilan Negeri Sleman tertanggal 25 April 2024, tentang tindak pidana suap kepada perangkat pertandingan yang bertugas pada pertandingan antara PSS Sleman melawan Madura FC pada tanggal 06 November 2018,” bunyi yang tertera dalam salinan Keputusan Komite Disiplin PSSI.

Baca juga: Dirut PT LIB Ferry Paulus Sebut Harga Pemain Asing di Liga 2 Tak Jauh Beda dengan Lokal

Mempertimbangkan pelanggaran itu, Komdis PSSI menghukum PSS Sleman pengurangan tiga poin pada penampilan PSS Sleman di BRI Liga 1 2024/25 dan hukuman denda sebesar Rp 150 juta.

“Merujuk kepada Pasal 64 ayat 1, ayat 2, ayat 3 dan Pasal 141 Kode Disiplin PSSI Tahun 2023, Klub PSS Sleman diberikan sanksi pengurangan point 3 (tiga) dan denda Rp 150.000.000 (seratus lima puluh juta rupiah) berlaku pada kompetisi BRI Liga 1 yang diselenggarakan pada periode 2024-2025,”
lanjut penjelasan dalam salinan Keputusan Komite Disiplin PSSI tersebut.

Selanjutnya, atas hukuman yang sudah diputuskan Komdis PSSI tersebut, pada 8 Agustus 2024, lewat surat yang bernomor 3745/UDN/2336/VII-2024 PSSI meminta kepada PT Liga Indonesia agar bersurat kepada PSS Sleman dan semua klub BRI Liga 1 2024/25 tentang implementasi atas putusan Komite Disiplin PSSI kepada PSS Sleman.

Baca juga: PT LIB Ingin Naikkan Pamor Kompetisi Liga 2 dengan Menerapkan Penggunaan Pemain Asing di Setiap Tim

Sebagai catatan, kasus ini sempat ramai pada Oktober tahun lalu karena Satgas Anti Mafia Bola Polri sempat membeberkan beberapa barang bukti.

Polri pun sudah menetapkan delapan tersangka dalam dugaan kasus match fixing Liga 2 antara PSS Sleman melawan Madura FC.

Empat orang wasit berinisial K, RP, AS, dan M, telah ditetapkan sebagai tersangka. Lalu satu asisten manajer klub berinisial DRN, satu orang Liaison Officer Wasit berinisial KM, satu orang pelobi berinisial VW, seorang kurir berstatus DPO berinisial GAS.

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved