Jumat, 1 Mei 2026

Pembunuhan

Tersangka Pencabulan Hingga Pembunuhan di Bantargebang Alami Gejala Pedofil

Fakta itu didapat usai pihak relevan melakukan pemeriksaan terhadap keluarga DS, baik istri, anak kandung, dan warga sekitar kediamannya

Tayang:
Penulis: Rendy Rutama | Editor: Vini Rizki Amelia
Warta Kota/Rendy Rutama
Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Muhamad Firdaus (tengah), Wakil Ketua KPAD Kota Bekasi, Novrian (kanan) saat ditemui di Mapolres Metro Bekasi Kota, Jumat (7/6/2024). 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BANTARGEBANG - Polisi temukan fakta baru terkait tersangka pria DS (61) yang melakukan pencabulan hingga pembunuhan terhadap korban bocah perempuan GH (9) di kawasan Kelurahan Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi.

Kasat Reskrim Polres Bekasi Kota mengatakan fakta yang dimaksud perihal adanya gejala pedofil terhadap DS.

Fakta itu didapat usai pihak relevan melakukan pemeriksaan terhadap keluarga DS, baik istri, anak kandung, dan warga sekitar kediamannya.

“Kalau suka anak kecil dan terakhir ditemukan tersangka ini melalukan tindak pidana kekerasan seksual dan atau kekerasan terhadap anak mengakibatkan meninggal dunia ini suatu gejala pedofil,” kata Firdaus, Sabtu (8/6/2024).

Baca juga: Wacana Presiden Ditunjuk MPR, Gerindra: Tidak Perlu Saat Ini

Namun Firdaus menjelaskan belum dapat memastikan penyebab mengapa gejala pedofil tersebut dapat timbul.

Sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dari jajaran pihak relevan.

“Jadi sulit memang untuk menemukan kenapa penyebab pedofil ini, penyebab yang pastinya itu apa, itu memang masih sulit, masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut,” jelasnya.

Baca juga: Bikin Bangga, Siswi SMA Islam Asal Depok Wakili Jabar Ikut Seleksi Paskibraka 2024 Tingkat Nasional

Selanjutnya Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Bekasi, Novrian menuturkan aksi bejat DS juga memiliki unsur manipulasi.

Mengingat secara psikologis anak, tumbuh kembang dari aspek berfikir belum sempurna.

Sehingga ada hubungan relasi yang sangat jomplang dari orang dewasa ke anak, sehingga rata-rata hubungan kekerasan terjadi orang dewasa kepada anak.

“Karena memang anak itu mudah sekali dipengaruhi, mudah sekali diarahkan dibanding dia melakukan dengan orang dewasa, sebenarnya gitu, orang yang menjadi target adalah anak yang sangat mudah dipengaruhi dan dikendalikan itu salah satunya,” papar Novrian.

Baca juga: Viral TikTok, Warung Makan di Depok Sediakan Makan Siang Gratis Ratusan Porsi Tiap Hari

Diberitakan sebelumnya, GH sempat diberitakan hilang dan kemudian ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

GH hilang sejak Jumat (31/5/2024) siang dan baru ditemukan pada Minggu (2/6/2024) dengan kondisi meninggal dunia terbungkus karung berukuran 50 Kilogram (Kg) dengan berada di dalam liang tanah kedalaman lebih kurang dua meter. (m37)

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved