Sabtu, 11 April 2026

Harga Sembako

Harga Kebutuhan Pokok Jelang Ramadan Naik di Dua Pasar Tradisional Ini

Ia mengatakan, kenaikan harga sembako-sembako tersebut terjadi akibat cuaca buruk

Penulis: Ramadhan LQ | Editor: Vini Rizki Amelia
Warta Kota/Ramadan LQ
Suasana di Pasar Palmeriam, Matraman, Jakarta Timur 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - Jelang Ramadan, kenaikan harga sembako terjadi di pasar tradisional di Jakarta.

Jenis bawang merah dan putih, misalnya, rata-rata mengalami kenaikan sebesar Rp5.000 hingga Rp10.000 per kilogramnya.

Menurut Inas (39), pedagang di Pasar Paseban, Senen, Jakarta Pusat, harga bawang merah di tempatnya menyentuh angka Rp38.000.

"Harga (bawang merah) sebelumnya Rp33.000, sekarang segitu harganya," ujar dia, kepada Wartakotalive.com, Jumat (1/3/2024).

Baca juga: Monitor Harga Beras di Pasar Tradisional dan Modern, Ini Temuan Polres Bogor

Sedangkan harga bawang putih, lanjut Inas, saat ini berada di angka Rp40.000 dari harga sebelumnya Rp30.000.

Di Pasar Palmeriam, Matraman, Jakarta Timur, kini harga bawang merah mencapai Rp35.000 per kilogram.

"Kalau (harga) bawang putih (sekarang) Rp45 (ribu), naiknya udah lama, dulu sebulan lalu Rp35 (ribu) per kilo," kata pedagang bernama Sulastri (51).

Untuk cabai, harganya bervariasi tergantung jenisnya, seperti saat ini harga cabai rawit hijau menyentuh Rp50.000 per kilogram.

Baca juga: Kawal Perhitungan Suara, Ahmad Syihan Ismail Kunjungi Posko PKS di Kecamatan Bekasi Barat

Sedangkan cabai rawit merah Rp75.000 per kilogram dan cabai merah keriting seharga Rp80.000 per kilogram.

"Kalau cabe rawit merah sempat Rp120 (ribu), rawit keriting sempat Rp100 (ribu). Sekarang kan cuma Rp80 (ribu), Rp75 (ribu), enggak tentu naik turun harganya," ucapnya.

Ia mengatakan, kenaikan harga sembako-sembako tersebut terjadi akibat cuaca buruk.

Baca juga: UI Berharap Peneliti Terpacu untuk Kampanyekan Hasil Risetnya, Ini Tips Memilih Jurnal yang Tepat

"Karena keadaan hujan, angin. Mungkin nanti kalau panen raya bareng, bisa murah. Kalau panennya enggak bareng kan pengirimannya kurang," tutur dia.

"Kalau panen bareng, banyak, di mana-mana ada, kalau panen enggak bareng, pasokan kurang," lanjutnya. (m31)

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved