Kabupaten Bogor
Beras Makin Mahal, Bupati Bogor Iwan Setiawan Minta Warga Konsumsi Pangan Lokal
Untuk mengantisipasi makin mahalnya harga beras, Bupati Bogor Iwan Setiawan minta kepada warga mengganti konsumsi nasi dengan alternatif pangan lokal
Penulis: Hironimus Rama | Editor: murtopo
Laporan Wartawan TribunnewsDepok.com Hironimus Rama
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, CIBINONG - Harga beras makin mahal sebagai efek dari musim kering berkepanjangan. Harga beras di pasar saat ini berada di kusaran Rp 14.009-15.000 per kilogram.
Untuk mengantisipasi makin mahalnya harga beras, Bupati Bogor Iwan Setiawan minta kepada warga mengganti konsumsi nasi dengan alternatif pangan lokal seperti talas, ubi, dan jagung.
"Budaya ketahanan pangan lokal sangat penting untuk mengatasi mahalnya harga beras," kata Iwan peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) tingkat Kabupaten Bogor tahun 2023 yang berlangsung di Taman Pemuda Perkantoran Pemda, Rabu (18/10/23).
Menurut dia, pangan lokal seperti talas, ubi, dan jagung dapat dimodifikasi menjadi tepung dan aneka makanan yang kaya akan karbohidrat sama halnya seperti mengkonsumsi nasi.
Baca juga: Antisipasi El Nino, Mendagri Minta Kepala Daerah Pastikan Ketersediaan Beras Memadai
"Saya minta seluruh Camat se-Kabupaten Bogor untuk sukseskan program B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman) untuk mendukung budayakan ketahanan pangan lokal kepada masyarakat Kabupaten Bogor," ujar Iwan.
Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Bogor ini mengungkapkan, saat ini semua wilayah tengah menghadapi cuaca ekstrim yang sangat mempengaruhi terhadap kondisi pertanian.
"Kabupaten Bogor juga terdampak cuaca ekstim ini. Oleh karena itu, melalui peringatan Hari Pangan Sedunia ini, saya mengajak semua untuk berupaya merubah perilaku konsumsi masyarakat," ucap Iwan.
Masyarakat diharapkan lebih banyak mengkonsumsi pangan lokal sebagai alternatif pengganti bahan pangan, khususnya bahan impor yang sulit dijangkau.
Baca juga: Harga Beras di Kota Depok Belum Stabil, Jokowi Minta Bulog Gelar Operasi Pasar
"Butuh komitmen, sinergi dan kolaborasi bersama antara pemerintah, segenap pemangku kepentingan dan elemen masyarakat dalam upaya membangun ketahanan pangan nasional," paparnya.
Kabupaten Bogor sendiri memiliki biodiversitas pangan lokal yang kaya gizi seperti singkong, ubi, jagung, sorgum, ganyong, talas dan sumber protein telur dan ayam serta berbagai jenis ikan air tawar.
"Mari kita bersama-sama melakukan aksi nyata dalam membangun ketahanan pangan melalui edukasi dan promosi penganekaragaman pangan lokal kepada masyarakat," tandas Iwan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Bupati-BogorIwan-Setuawan-mencoba-pangan-lokal-dalamperingatan-Hari-Pangan-Sedunia.jpg)