Minggu, 12 April 2026

Metropolitan

Lepas Peserta GFNY Bali 2023, Rudy Sufahriadi Minta Jaga Keselamatan dan Kesehatan

Dia berharap kegiatan ini terus berlangsung di tahun-tahun mendatang agar dapat meningkatkan perekonomian masyarakat

Penulis: Hironimus Rama | Editor: Vini Rizki Amelia
TribunnewsDepok.com/Hironimus Rama
Peserta GFNY Bali 2023 secara resmi dilepas oleh anggota DPR Komisi III Ahmad Sahroni dan Kepala Desa Sayan I Made Andika di Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali pada Minggu (17/9/2023). 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, GIANYAR - Ajang balap sepeda maraton internasional, Gran Fondo New York (GFNY) Bali 2023 resmi digelar di Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali pada Minggu (17/9/2023) pagi.

Peserta GFNY Bali 2023 ini dilepas oleh
Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Komjen Pol (Purn) Rudy Sufahriadi, anggota DPR Komisi III Ahmad Sahroni dan Kepala Desa Sayan I Made Andika.

Pantauan wartakotalive.com, peserta GFNY Bali 2023 resmi memulai balapan pada pukul 06.30 WIB dari Pasar Sayan Ubud.

Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Komjen Pol (Purn) Rudy Sufahriadi meminta kepada peserta GFNY 2023 agar menjaga keselamatan.

Baca juga: GFNY Bali 2023 Jadi Ajang Asian Championship, Pemenang Dikirim ke New York

"Saya hanya menyampaikan untuk jaga keselamatan dan kesehatan. Kalau kuat selesaikan. Kalau nggak kuat, jangan paksakan," kata Rudy di Pasar Sayan Ubud, Minggu (17/9/2023).

Mantan Sekretaris Utama Lembaga Ketahanan Nasional ini berterimakasih kepada panitia yang sudah berkerja keras mengadakan kegiatan GFNY Bali 2023 ini.

"Selamat bertanding, selamat bersepeda ria. Terima kasih kepada panitia dan sponsor yang telah menggelar acara ini," ujarnya.

Baca juga: Puluhan Massa Datangi Kapel Jemaat GPI di Gandul Depok, Polisi Pastikan Tak Ada Penyerangan

Kepala Desa Sayan I Made Andika menambahkan GFNY 2023 merupakan event tahun di Bali.

"Tahun 2023 ini GFNY Bali digelar di Desa Sayan, desa kami. Ini seperti The Secret Law of Attraction, hukum daya tarik," ucapnya.

Tahun 2019, Desa Sayan pernah menggelar kegiatan Gowes for Love. Sempat terhenti pada 2020 karena Covid-19, kegiatan ini berlanjut pada 2021 dan 2022.

Baca juga: Kebakaran Museum Nasional Sebabkan Empat Ruangan di Gedung A Roboh

"Tahun ini kami mengadakan GFNY Bali 2023. Dampak kegiatan ini sangat luar biasa karena memberikan efek domino bagi perekonomian," tutur Andika.

Dia berharap kegiatan ini terus berlangsung di tahun-tahun mendatang agar dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.

"Terima kasih GFNY atas digelarnya kegiatan ini di Desa Sayan. Selain ada spot-spot wisata menarik, kami juga menawarkan hidden gems seperti komunitas yoga, beji untuk tempat melukat dan lain sebagainya," tandas Andika.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved