Berita Jakarta
Suka Sejarah? Saatnya Jadi Saksi Musikal Ken Dedes dan Dapatkan Experiences ala Broadway
Ken Dedes seorang Queen, saksi musikal Ken Dedes dan dapatkan experiences ala broadway di Ciputra Artpreneur pada September 2023.
Penulis: dodi hasanuddin | Editor: dodi hasanuddin
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA – Ken Dedes. Wanita sejuta cerita. Itulah memori yang hinggap di kepala kita, ketika mendengar namanya.
Putri Mpu Purwa itu melampaui identitas gender, budaya, dan zaman.
Ken Dedes seorang Queen, tapi bukan sembarang ratu. Kecantikannya memicu munculnya intrik, konflik, pengkhianatan, juga politisasi.
Baca juga: 32 Karya Seni di Pamerkan di Balai Kota Bogor, Wujud Seniman Di Kota Hujan Masih Eksis
Sebagaimana termaktub dalam Pararaton, cerita Ken Dedes bermula saat ia remaja, lalu diculik dan dinikahi secara paksa oleh penguasa (Akuwu) Tumapel, Tunggul Ametung.
Oleh karena tak ada cinta, Ken Dedes “bermain mata” dengan pengawal suaminya, Ken Arok, yang awalnya seorang berandalan.
Sejarah berlanjut dengan Kerajaan Kediri, yang menjadi pintu masuk naiknya Ken Dedes sebagai ratu Singosari.
Sebagaimana kita ketahui, Singosari merupakan cikal-bakal munculnya Mahapahit.
Ringkasnya, power struggle penuh drama di lingkungan elit saling berkelindan dengan asmara, rmomansa dan perselingkuhan.
Rasa-rasanya seperti cerita kita hari ini, politik yang penuh kegaduhan.
Seakan ingin menghidupkan Ken Dedes di era modern, Ciputra Artpreneur dan EKI Dance Company pada 19 Maret 2023 lalu mengangkat legenda itu dalam bentuk Drama Musikal.
Hasilnya jauh melampaui ekspektasi. Pecah! Musikal Ken Dedes sukses menggamit peminat seni, dari tua hingga muda.
Mereka anteng tak beranjak dari Ciputra Artpreneur—salah satu panggung musikal kolosal terbaik di Jakarta—untuk menyaksikan “kisah baru” Ken Dedes dalam balutan ala Broadway plus sentuhan nuansa modern Nusantara.
Kesuksesan pagelaran Ken Dedes menunjukkan bagaimana seniman-seniman kita mampu mengemas traditional art ke level yang lebih tinggi dengan hype tak kalah dari seniman kelas dunia.
Relate dengan Gen-Z
Pada show Musikal Maret lalu, koreografi tidak sekedar menjadi “menu pendamping”, melainkan spot penting dari pertunjukan secara keseluruhan.
Belum lagi musik dan lagu sekelas orchestra kelas dunia, berikut tata panggung dan lighting yang membuat 4,000 lebih penonton terpukau.
Uniknya, meski berangkat dari sejarah klasik, eksekusi di atas panggung penuh dengan kejutan.
Salah satu yang menarik, dialog ringan-kekinian yang digunakan para pemain selama pentas, terasa relate dengan penonton muda.
Anda yang belum sempat melihat pagelaran tersebut pasti penasaran. Tapi jangan khawatir.
Kurang dari lima bulan, Ken Dedes akan kembali dipentaskan di tempat yang sama, 16-17 September dan 23-24 September 2023 mendatang.
Disampaikan Rina Ciputra Sastrawijaya, Presiden Direktur Ciputra Artpreneur, pihaknya mendapatkan banyak permintaan dari penikmat seni agar Musikal Ken Dedes kembali dipentaskan.
Dengan kata lain, pentas Musikal edisi pertama Maret 2023 lalu sukses menyita perhatian penonton.
“Tentu kami bangga ya, ini menunjukkan bahwasannya masyarakat menerima kisah sejarah kalsik yang disuguhkan dengan warna baru, plus teknologi terkini," ujar Rina.
"Terlebih banyak Milenial dan Gen-Z yang menonton saat itu, ini menunjukkan bahwa generasi muda kita juga tertarik dengan sejarah bangsa. Tentu dengan pendekatan dan eksekusi yang relate dengan mereka," paparnya.
Drama Musikal Ken Dedes merupakan mahakarya sutradara Almarhum Rusdy Rukmarata yang berpulang pada 19 April 2023.
Selain men-direct pagelaran, Rusdy juga menampilkan koreografi menakjubkan.
Sementara latar artistik panggung yang modern dan megah digarap Iskandar Loedin. Untuk musik digarap secara apik dan live oleh Oni Krisnerwinto.
Baca juga: Penyanyi, Pemain Film, Pemusik Hingga Pelawak Masih Akan Ikut Ramaikan Pemilu 2024
Kejutan lainnya, skenario Musikal Ken Dedes ditulis oleh Titien Wattimena—penulis naskah peraih Piala Citra—yang tentu saja tidak perlu diragukan.
Bumbu menarik dari pagelaran ini, sosok Ken Umang (istri pertama Ken Arok) akan mendapatkan spotlight cukup besar, berbeda dengan cerita di buku yang sering kali meng-ignone peran Ken Umang.
Di balik panggung, ada cerita unik juga, sebagaimana disampaikan Aiko Senosoenoto, Direktur Utama EKI Dance Company, bahwa pertunjukan pertama EKI tahun 1996 juga mementaskan Ken Dedes.
“Ternyata pertunjukan terakhir karya Rusdy Rukmarata untuk EKI juga berjudul Ken Dedes”, tambahnya.
Meski Re-run, namun justru disinilah tantanganya, karena para pemain dituntut untuk menampilkan karakter yang sama kuatnya dari Maret lalu.
Agar ekpektasi tersebut tercapai, Aiko mengajak semua pemain untuk fokus, karena pertunjukan ini sangat istimewa.
Ken Dedes menampilkan nama-nama yang tak asing lagi di panggung musikal dan dunia perfilman, yakni Ara Ajisiwi (Ken Dedes), Taufan Purbo (Ken Arok), Nala Amrytha (Ken Umang), Uli Herdinansyah (Tunggul Ametung).
Selain itu, ada Fatih Unru (Anusapati), Geraldo Tanor (Tohjaya), Nino Prabowo (Kebo Ijo), Kiki Narendra (Pak Larto) dan Takako Leen (Bu Laras), Muh. Iqbal Sulaiman (Suho) dan Yosep Wahyu Tristiantoro (Regawa).
Tahta dan Asmara
Lagu-lagu Musikal Ken Dedes juga masih terngiang di telinga penonton yang pernah menyaksikan musikal tersebut. Kini kita bisa mendengarkannya di platform musik seperti Spotify, Apple Music, Joox, dan iTunes. Salah satunya “Tahta dan Asmara” yang menggambarkan apa yang akan terjadi dalam Drama Musikal Ken Dedes September nanti.
“Kita telah dituliskan mewujudkan trah nan gemilang. Mendaulat bumi dengan tahta yang lebih mulia dari nyawa. Kau dan aku digenapkan, menjalani peran nan cerlang Leburkan angkara tiada musnah, kekalkan jejak kita dengan darah.” – Lirik puitis ini dibawakan dengan suara merdu Ara Ajisiwi (Ken Dedes) dan Taufan Purbo (Ken Arok) dengan gerakan tari perpaduan antara Tango dan Tari Jawa, diiringi oleh para penari balet.
Pemerintah melalui Kementerian Pariwisat dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) men-support penuh inisiatif Re-run Musikal Ken Dedes, September nanti. Sebagaimana disampaikan Menparekraf, Sandiaga Uno, ia sangat antusias menunggu show kedua Ken Dedes, karena ini adalah cerita klasik yang dikemas dengan sentuhan Abad XXI. Sandi juga mengajak anak-anak muda untuk datang ke Musikal tersebut. Pasalnya sebagai bangsa besar, kita harus mengenal sejarah dan menjadikannya pelajaran untuk masa depan. Tak hanya itu, Sandiaga bahkan menyiapkan pantun khusus untuk Musikal Ken Dedes. “Pergi ke Pasar Beli Toples. Diisi Kurna untuk Bulan Puasa. Ayo Borong Tiket Musikal Ken Dedes. Karya Luar Biasa, Kreasi Anak Bangsa”.
Tak sabar melihat kecantikan Ken Dedes yang “mengharu-biru” seantero Singosari? Segera amankan kursi Anda sekarang. Informasi lebih lengkap dapat dilihat di sosial media @kendedesshow, @ekidancecompany, @artpreneur serta website Ciputra Artpreneur.***
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Drama-Musikal-Ken-Dedes.jpg)