Persija Jakarta

Laga Klasik Persija Vs Persebaya, Jakmania Minta Bonek Tak Datang ke SUGBK, Jaga Klub dari Sanksi

Melalui akun twitternya @InfokomJakmania, The Jakmania mengeluarkan rilis resmi imbauan agar untuk sementara Bonek dan Bonita tidak datang ke Jakarta.

Penulis: murtopo | Editor: murtopo
Wartakotalive.com/Umar Widodo
Suporter Persija Jakarta, Jakmania. Menjelang partai klasik antara Persija Jakarta melawan Persebaya Surabaya yang akan digelar Minggu (30/7/2023) The Jakmania melalui akun twitternya @InfokomJakmania mengeluarkan rilis resmi imbauan agar untuk sementara Bonek dan Bonita tidak datang ke Jakarta. 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM -- Hubungan baik sudah terjalin antara The Jakmania pendukung Persija dengan Bonek pendukung Persebaya.

Namun kedua kelompok suporter besar tersebut tampaknya belum bisa bertemu bersama dalam satu stadion lantaran terhalang regulasi Liga 1 musim 2023/2024 yang melarang suporter tim tamu datang ke kandang lawan.

Menjelang partai klasik antara Persija Jakarta melawan Persebaya Surabaya yang akan digelar Minggu (30/7/2023) The Jakmania melalui akun twitternya @InfokomJakmania mengeluarkan rilis resmi imbauan agar untuk sementara Bonek dan Bonita tidak datang ke Jakarta.

Baca juga: Persija Jakarta Vs Persebaya di SUGBK, The Jakmania: Jangan Cuma Jago Kandang

"Pertemuan yang tertunda regulasi. Cepat atau lambat kita akan bertemu kembali. Mari kita sama-sama menjaga klub yang kita cintai," tulis akun tersebut.

Selanjutnya dalam rilis resminya The Jakmania yakin pertemuan antara kedua suporter besar tersebut nantinya akan terjadi dan jalinan silaturahmi, komunikasi dan hubungan baik adri kedua suporter tidak akan berakhir.

Baca juga: Persija Jakarta Vs Persebaya Dipastikan Main di SUGBK, Ini Prediksi Pemain Pilihan Thomas Doll

Berikut ini pernyataan lengkap dari The Jakmania:

Sehubung dengan akan berlangsungnya partai klasik pada pekan kelima Liga 1 2023/2024 antara Persija Jakarta melawan Persebaya di tanggal 30 Juli 2023 besok, dengan ini kami berharap kepada kawan-kawan kami Bonek dan Bonita untuk menunda kehadirannya ke Jakarta.

Sejatinya, tertundanya perjumpaan ini murni karena regulasi yang sedang diterapkan oleh otoritas pengelola sepak bola di Indonesia.

Kami berharap agar kita semua dapat menjaga dan tidak merugikan masing-masing klub yang kita cintai. Satu hal yang dapat dipastikan, bahwa jalinan silaturahmi, komunikasi dan hubungan baik ini tentu tidak akan berakhir.

Percayalah, pada akhirnya kita akan kembali bertemu pada satu tribun untuk bersilaturahmi, menikmati pertandingan, dan mendukung masing-masing klub kebanggan kita. Untuk saat ini, memang keadaan lah yang harus menunda pertemuan kita.

Semoga kita semua dapat saling mengerti dan memahami keadaan yang saat ini sedang kita alami. Dan untuk The Jakmania, mari kita menjaga Persija.

Jakarta, 24 Juli 2023

Pengurus Pusat The Jakmania

Baca juga: Tiket Persija VS Persebaya di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Ada yang Sampai Rp 20 Juta

Sementara itu dilansir dari PSSI.org, Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengatakan bahwa posisi Indonesia yang masih dalam pantauan FIFA.

Begitu juga kompetisi sepak bola Indonesia yang saat ini bergulir di tahun politik tentu juga akan menjadi perhatian FIFA.

Maka untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan hanya suporter tuan rumah yang bisa hadir di stadion.

"Oleh sebab itu, bersama PT Liga Indonesia Baru, sudah dikeluarkan jadwal jauh hari sebelum kompetisi dimulai. Hal itu sejalan dengan arahan Presiden Jokowi agar kita bisa mengantisipasi keamanan. Catatan hanya penonton tuan rumah yang bisa hadir di stadion merupakan kebijakan sementara agar kita bisa mewujudkan kompetisi yang nyaman dan aman, serta penonton bisa pulang ke rumah dengan selamat," ujar Erick Thohir.

Baca juga: Persija Jakarta Galau, Persebaya Dilanda Prahara Jelang Duel di Stadion Gelora Bung Karno

Ketua Umum PSSI Erick Thohir sudah mewanti-wanti seluruh suporter sepak bola di Indonesia dan para penonton kompetisi Liga 1 musim 2023/2024 agar tidak lagi membuat kerusuhan di tengah pertandingan.

Menurut Erick, jika hal itu terjadi lagi, FIFA yang masih memantau perkembangan sepakbola Indonesia, tidak akan segan-segan memberikan sanksi lebih berat berupa pemberhentian sepakbola Indonesia

"Ingat, peristiwa Kanjuruhan masih ada dalam catatan FIFA. Kita beruntung hanya diberi sanksi yang ringan, sehingga tetap bisa menggelar pertandingan internasional, FIFA Matchday dan kompetisi. Namun jika bila ada kerusuhan, seperti di akhir musim kemarin, percayalah, FIFA akan berhentikan sepakbola Indonesia. Jangan jadi bangsa yang lupa, sebab FIFA tidak akan lupa," tegas Erick Thohir ketika meninjau Stadion Manahan, Solo, Jateng, Minggu (4/6/2023) lalu.

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved