Jumat, 17 April 2026

Kota Depok

Pemkot Depok Targetkan Pemasangan 8.905 Akseptor KB Baru

Dalam program ini, berbagai macam metode layanan KB diberikan, terutama kepada mereka yang sebelumnya telah menggunakan KB.

Penulis: Hironimus Rama | Editor: murtopo
Tribunnewsdepok.com/Hironimus Rama
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Depok Nessi Annisa Handari. 

Laporan Wartawan TribunnewsDepok.com Hironimus Rama

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, PANCORAN MAS - Menyambut Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-30 yang jatuh pada 29 Juni 2023, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok memberikan layanan gratis bagi akseptor KB (Keluarga Berencana) baru.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Depok Nessi Annisa Handari, Kamis (15/6/2023).

"Kami menargetkan pemasangan 8.905 akseptor KB baru. Target ini diturunkan dari program Pemasangan KB Sejuta Akseptor yang dicanangkan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) (BKKBN)," kata Nessi.

Dia menambahkan program ini menyasar pemasangan KB baru maupun akseptor yang meneruskan (KB sebelumnya).

Baca juga: Apresiasi Para Lansia, Pemkot Depok Gelar Peringatan HLUN di Alun-alun Depok

"Layanan ini kami berikan gratis jelang peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-30 yang jatuh pada 29 Juni 2023,” ucapnya.

Dalam program ini, berbagai macam metode layanan KB diberikan, terutama kepada mereka yang sebelumnya telah menggunakan KB.

"Untuk Metode Operasi Pria (MOP) sebanyak tujuh akseptor, Metode Operasi Wanita (MOW) 25 akseptor, intrauterine device (IUD) 214 akseptor dan implan 453 akseptor," jelas Nessi.

Lalu metode suntik 3.515 akseptor, pil 4.133 akseptor dan sebanyak 558 akseptor.

Baca juga: Pemkot Depok Gelar Sekolah Ayah Bunda Bagi Orang Tua yang Memiliki Anak Berkebutuhan Khusus

“Dari target tersebut, KB Pasca Persalinan (KBPP) ada sebanyak 927 akseptor yang bersedia atau memang mau memasang KB," tuturnya.

Warga Depok dapat melakukan pelayanan pemasangan KB secara gratis alias tidak dipungut biaya di puskesmas.

“Kegiatan hari ini memang dilakukan serentak se-Indonesia. Ini sebagai bentuk perhatian pemerintah untuk akseptor dan gratis,” ujar Nessi.

Selain memberikan layanan pemasangan KB gratis, lanjut Nessi, pihaknya juga mengedukasi masyarakat tentang risiko memiliki anak dengan jarak dekat atau memiliki banyak anak.

Baca juga: Pemkot Depok Gelar Lomba 3 R untuk Komunitas Bank Sampah se-Kota Depok, Ini Syaratnya

Untuk itu, penggunaan alat kontrasepsi merupakan langkah tepat yang harus diambil untuk mencegah risiko tersebut.

“Kegiatan ini sebagai bagian edukasi juga kepada masyarakat. Ketika masyarakat memiliki anak banyak atau jaraknya terlalu dekat, itu bisa sangat berisiko. Apalagi jika usia ibu yang sudah tidak lagi muda,” tandas Nessi.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved