Indonesia Open
Laga Terakhir di Istora Senayan, Hans-Kristian Vittinghus Merasa Berada di Rumahnya Sendiri
Pebulutangkis berusia 37 tahun itu pun mengatakan bahwa ketika bemain di Istora Senayan, dirinya seperti berada di rumahnya.
Penulis: Alfarizy Ajie Fadhilah | Editor: Umar Widodo
Laporan Wartawan Tribunnes.com, Alfarizy AF
TRIBUNNEWSDEPOK.COM,DEPOK - Pebulutangkis tunggal putra Denmark, Hans-Kristian Solberg Vittinghus, mengungkapkan kesannya selama berlaga di Istora Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta.
Atlet yang tergolong senior itu pun mengatakan banyak momentum terkenang di istana olahraga berkapasitas 7 ribuan penonton tersebut.
Hans sendiri pertama kali berlaga di Istora Senayan 15 tahun lalu atau pada tahun 2008.
"Ini menjadi Indonesia open saya yang terakhir. Saya selalu bermain di sini sejak tahun 2008 lalu," kata Hans, usai menghadapi Anthony Sinisuka Ginting di babak pertama Indonesia Open 2023, Rabu (14/6/2023).
Pebulutangkis berusia 37 tahun itu pun mengatakan bahwa ketika bemain di Istora Senayan, dirinya seperti berada di rumahnya.
Atmosfer yang diberikan publik Istora pun membuatnya merasa terhormat pernah bertanding di Indonesia.
"Saya merasa di rumah dan saya sangat senang main di sini, kira-kira sudah 18 kali," kata Hans.
"Atmosfer di sini juga luar biasa tiap tahunnya. Ini menjadi kehormatan saya untuk para fans Indonesia, saya cinta kalian semua," sambungnya.
Baca juga: Anthony Ginting Rebut Kembali Juara Tunggal Putra Singapura Open 2023 Kalahkan Anders Antonsen
Tak sampai di situ, Hans pun menunjukkan kecintaannya kepada Indonesia dengan belajar bahasa Indonesia.
Pada beberapa sesi wawancara bersama awak media, tak jarang Hans berbicara menggunakan bahasa Indonesia.
"Terima kasih banyak atas dukungan fans Indonesia. Kalian luar biasa, terima kasih banyak," pungkas Hans.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Hans-Kristian-Vittinghus-dan-Anthony-Sinisuka-Ginting.jpg)