Rabu, 22 April 2026

BPOM Ubah Layanan Publik dari Manual ke Digital, Pelaku Usaha: Jauh Lebih Baik

Dia berharap aspirasi dari para pelaku usaha industri farmasi diakomodasi oleh BPOM demi mendapatkan pelayanan terbaik

Penulis: Hironimus Rama | Editor: Vini Rizki Amelia
TribunnewsDepok.com/Hironimus Rama
Suasana Forum Komunikasi Standar Pelayanan Publik Dalam Rangka Percepatan dan Penguatan Layanan Publik yang digelar BPOM di The Margo Hotel, Jalan Margonda, Depok, Senin (5/6/2023) 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BEJI - Ratusan pelaku usaha farmasi di Tanah Air mengikuti kegiatan Forum Komunikasi Standar Pelayanan Publik Dalam Rangka Percepatan dan Penguatan Layanan Publik di The Margo Hotel, Jalan Margonda, Depok, Senin (5/6/2023).

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Direktorat Registrasi Obat Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada 5-6 Juni 2023.
Selain pelaku usaha farmasi, kegiatan ini juga dihadiri akademisi, Ombudsman RI, organisasi kemasyarakatan dan perwakilan dari Pemerintah Kota Depok.
Forum Komunikasi Standar Pelayanan Publik yang digelar BPOM ini disambut baik para pelaku usaha farmasi.
Mimi, perwakilan dari Gabungan Pengusaha Farmasi, mengatakan forum seperti ini memang digelar secara rutin oleh BPOM.
"Dalam forum ini, BPOM biasanya mengundang stakeholder dari asosiasi dan industri farmasi terkait draft regulasi baru dalam pelayanan," kata Mimi di The Margo Hotel, Depok, Senin (5/6/2023).
Dia menjelaskan para pelaku usaha farmasi biasanya menyampaikan masukan terkait regulasi pelayanan di BPOM melalui ajang seperti ini.
"Kami melihat sudah ada perbaikan yang jauh lebih baik dalam pelayanan BPOM saat ini dibandingkan dulu," ucapnya.
Menurut Mimi, perbaikan layanan di Direktorat Registrasi Obat BPOM mengalami kemajuan yang luar biasa.
"Dulu kan manual, sekarang sudah serba digital," paparnya.
Dia berharap aspirasi dari para pelaku usaha industri farmasi diakomodasi oleh BPOM demi mendapatkan pelayanan terbaik.
"Semoga masukan dari kami dapat diterima demi meningkatkan pelayanan di BPOM," tutur Mimi.
Nando, perwakilan dari International Pharmaceutical Manufacturer Group, menambahkan acara ini sangat baik bagi perkembangan industri farmasi di Indonesia.
"Ini inisiatif yang baik. Kami bisa memberikan masukan dan pandangan terkait industri farmasi di Indonesia," ungkapnya.
Dia menilai sudah banyak improvement di BPOM, khususnya Direktorat Registrasi Obat selama ini.
"Kami sudah memberikan banyak feed back dari tahun ke tahun sehingga banyak kemajuan yang telah dicapai BPOM," tambah Nando.
Nando sepakat dengan hasil survei kepuasan masyarakat atas kinerja Direktorat Registrasi Obat BPOM yang mencapai 87 persen.
"Dari sisi pelayanan, digitalisasi dan sumber daya manusia, sudah banyak kemajuan di BPOM," imbuhnya.
Dia berharap forum komunikasi ini lebih sering digelar oleh BPOM.
"Kami harap forum seperti ini tidak hanya sekali setahun, tetapi lebih sering. Hal ini penting agar aspirasi BPOM dan pelaku usaha untuk menghadirkan obat yang aman, berkhasiat dan bermutu terwujud," tandas Nando.
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved