Depok Hari Ini
Daryadi Ketua Panpel Turnamen Bulu Tangkis Wali Kota Depok Cup 2023 Minta Maaf, Ada Apa?
Daryadi dengan sangat terpaksa membatasi hanya 600 peserta yang bisa ikut turnamen Wali Kota Depok Cup 2023
Penulis: Cahya Nugraha | Editor: Umar Widodo
Laporan wartawan TribunnewsDepok.com, Cahya Nugraha
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, DEPOK - Ketua Panpel Wali Kota Cup sekaligus Sekum PBSI Kota Depok, Daryadi menyampaikan permohonan maafnya kepada klub bulu tangkis yang tidak bisa ikut serta dalam Turnamen Bulu Tangkis Setiajaya Toyota Wali Kota Depok Open 2023.
Hal itu ia ungkapkan saat ditemui di Gelanggang Olahraga (GOR) Tirtajaya, Jalan Boulevard Grand Depok City (GDC) Kamis (2/3/2023) lalu.
Mengundang sebanyak 13 Provinsi di Indonesia, Daryadi tidak menyangka akan sebesar ini animo dari para peserta.
Sebab awalnya target peserta hanya untuk wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat saja.
"158 klub dari 13 provinsi dari Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Riau, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Timur dan Sulawesi Tenggara," kata Daryadi.
Karena hal ini pula, Daryadi dengan sangat terpaksa membatasi hanya 600 peserta yang bisa ikut turnamen ini.
"Kenapa? Karena kan GOR ini kapasitasnya hanya 4 lapangan, dengan hitungan 5 hari tanding itu sudah maksimal sekali dengan 600 peserta, karena jika dipaksakan mereka bisa bertanding sampai dini hari, itu yang kita hindari," jelasnya.
Daryadi kembali menjelaskan bahwa sebenarnya 26 Februari merupakan batas akhir pendaftaran turnamen.
"Namun tanggal 21 Februari, sudah tembus 600 jadi dengan terpaksa kita harus tutup," jelasnya.
Dirinya pun tak menampik bahwa banyak peserta yang kecewa akan hal tersebut.
Baca juga: Mohammad Idris Buka Turnamen Bulu Tangkis Setiajaya Toyota Walikota Depok Open 2023
Baca juga: Turnamen Bulu Tangkis Walikota Depok Open Digelar Kadisporyata Ajak Pelajar Kota Depok Ikut Bersaing
Kendati demikian ia sampaikan permintaan maafnya dan berjanji akan membenahi di turnamen berikutnya apa yang menjadi hambatannya saat ini.
"Terutama dari daerah-daerah yang ingin ikut namun ternyata tidak bisa. Jadi, untuk itu kita minta maaf. Semoga tahun depan kita akan kembangkan lagi supaya banyak peserta yang bisa tampil," ucapnya.
Ditanya solusi bilamana hal serupa kembali terjadi, Daryadi mengatakan untuk solusi ke depan mungkin bisa mencari GOR pendamping.
"atau waktu penyelenggaraannya tidak 5 hari mungkin bisa saja jadi seminggu," tutupnya. (M33)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Daryadi.jpg)