Sabtu, 6 Juni 2026

Kabupaten Bogor

Miliki 8 Pho Sat, Begini Sejarah Berdirinya Vihara Buddha Darma di Tajurhalang Bogor

Andrean Halim, pengurus Vihara Buddha Darma & 8 Pho Sat, mengatakan tempat ibadah ini didirikan oleh Andy Suwanto Dhanujaya.

Tayang:
Penulis: Hironimus Rama | Editor: murtopo

Laporan Wartawan TribunnewsDepok.com Hironimus Rama

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, TAJURHALANG - Vihara Buddha Darma & 8 Pho Sat menjadi salah satu destinasi wisata religius di Kabupaten Bogor.

Berlokasi di Jalan Raya Parung, PWRI Kampung Jati Tonjong, Tajur Halang, Bogor, vihara ini memiliki banyak keunikan.

Salah satunya adalah adanya patung Buddha Tidur (Sleeping Buddha) berukuran raksasa. Patung Buddha Tidur ini menjadi salah satu yang terbesar di Indonesia.

Selain itu, tempat ibadah ini juga menjadi satu-satunya vihara yang memiliki 8 Pho Sat di Indonesia.

Lalu, bagaimana sejarah berdirinya vihara ini?

Andrean Halim, pengurus Vihara Buddha Darma & 8 Pho Sat, mengatakan tempat ibadah ini didirikan oleh Andy Suwanto Dhanujaya.

"Pak Andy Suwanto yang memelopori berdirinya Vihara Buddha Darma & 8 Pho Sat ini pada 2006," kata Andrean di Vihara Buddha Darma & 8 Pho Sat, Tajurhalang, Rabu (11/1/2023).

Dalam perjalanannya, lanjut dia, pembangunan vihara ini mendapat dukungan dari kerabat dan para donatur.

"Sejak berdiri pada 2006, vihara ini sudah mengalami satu kali pemugaran. Waktu dibangun, bentuknya belum seperti ini dan Buddha Tidur pun belum ada," jelas Andrean.

Dia menjelaskan ada beberapa tempat yang bisa dipakai umat untuk ibadah di vihara ini. Salah satu tempat ibadah yang memiliki 8 Pho Sat.

"Total patung dewa-dewi dan Pho Sat ada 18," tuturnya.

Fasilitas lainnnya di vihara ini adalah Aula Buddha Tidur untuk kebaktian bersama, tempat meditasi dan Aula Tridarma untuk ibadah Trinabi (Buddha, Konghucu, Lao Tze).

"Kami juga mempunyai panti asuhan di belakang vihara," ucap Andrean.

Baca juga: Perayaan Imlek 2574, Vihara Buddha Darma Bogor Gelar Acara Pohon Angpao Bagi Muda Mudi dan Anak-Anak

Selain ibadah keagamaan, Vihara Buddha Darma & 8 Pho Sat juga menggelar program meditasi.

"Latihan meditasi dilakukan setiap bulan pada tanggal 1 dan 15 penanggalan Imlek. Meditasi dilakukan pada malam hari dan terbuka untuk umum," jelasnya.

Vihara Buddha Darma & 8 Pho Sat berdiri di atas lahan seluas 7.000 m2 dengan tempat parkir yang bisa menampung 150 mobil.

Akses ke lokasi vihara ini tidak jauh dari Jalan Raya Parung. Lokasinya hanya sekitar 1 kilometer dari Jalan Bojonggede-Kemang (Bomang).

Baca juga: Wisata Religi di Vihara Buddha Dharma, Ada Patung Sleeping Buddha Raksasa-Terbesar di Indonesia

"Aksesnya mudah, mobil pariwisata 60 seat pun bisa masuk. Biasanya ada banyak yang datang dengan bus pariwisata dari Jakarta dan Bandung," ungkap Andrean.

Dia menambahkan rombongan wisata religi biasanya banyak datang pada hari ke-9 setelah Imlek.

"Biasanya hari ke-9 setelah Imlek, ada tradisi warga Tionghoa untuk berdoa di 9 vihara berbeda. Nah, ini salah satu vihara yang menjadi tujuan untuk berdoa," jelasnya.

Pengunjung ke Vihara ini juga tidak dipungut biaya, baik tiket masuk maupun parkiran.

"Masuk gratis. Kita siapkan hio dan lilin untuk sembahyang. Kalau mau donasi, seiklasnya," papar Andrean.

Vihara ini menjadi destinasi wisata religi di Kabupaten Bogor karena menjadi satu-satunya tempat ibadah agama Buddha yang memiliki 8 Pho Sat.

Baca juga: Kunjungan Umat di Vihara Buddha Dharma Meningkat 50 Persen Jelang Hari Raya Waisak

"Pho Sat itu sebutan untuk para dewa yang telah mencapai tingkatan Bodhisatva sehingga akan menjadi calon seorang Buddha," ujar Andrean.

Delapan Pho Sat di vihara ini mencakup Kuan See Iem Pho Sat, Mie Lek Pho Sat, Hie Kong Cong Pho Sat, Pho Hian Pho Sat, Kim Kong Cing Pho Sat, Biau Kiat Siang Pho Sat, Tie Kai Ciang Pho Sat, Tee Cong Ong Pho Sat dan Taysuhu Sakyumuni Ji Lay Hud.

"Sebenarnya Pho Sat itu ada 15, tetapi yang terkenal ada 8 dan ada doa khususnya," imbuhnya.

Keberadaan 8 Pho Sat ini ada kaitannya dengan perjalanan hidup Andy Suwanto, sang pendiri vihara.

"Sejak masa muda, pendiri sering melafalkan doa dari 8 Pho Sat ini. Ketika dia pensiun dan ingin mengabdi dengan membuat tempat ibadah maka dihadirkan 8 Pho Sat," kata Andrean.

Vihara Buddha Darma & 8 Pho Sat berencana untuk membangun sarana pendidikan di masa yang akan datang.

"Selain kegiatan sosial dengan panti asuhan, di bidang pendidikan nanti kita akan bangun sekolah. Tempatnya kita sudah beli, tinggal menyiapkan sumber daya manusia. Sedangkan dananya akan dikumpulkan dari para umat dan donatur," tandas Andrean.

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved