Jumat, 5 Juni 2026

BMKG Bagikan Peta yang Dilalui Sesar Aktif Cugenang, Ada Zona Hijau Hingga Merah

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Daryono membagi peta patahan aktif Cugenang, Cianjur menjadi tiga zona.

Tayang:
Editor: murtopo
Instagram
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG membagikan peta bentangan patahan aktif Cugenang, Cianjur, Jawa Barat. 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - Pihak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG membagikan peta bentangan patahan aktif Cugenang, Cianjur, Jawa Barat.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Daryono membagi peta patahan aktif Cugenang, Cianjur menjadi tiga zona.

Zona pertama kata Daryono ialah zona merah.

Zona merah ini meliputi Zona Sempadan Patahan Aktif Cugenang 0-10 meter, yang merupakan zona kerentanan sangat tinggi terhadap deformasi tanah dan getaran gempa, atau zona kerentanan tinggi terhadap gerakan tanah (longsor).

Daryono menyarankan agar zona ini  menjadi zona yang harus dikosongkan atau direlokasi, dilarang pembangunan kembali dan pembangunan baru.

Zona ini diprioritaskan pemanfaaan ruang untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH), monumen, atau kawasan lindung.

Kemudian zona kedua ialah zona terbatas atau zona oranye.

Zona ini meliputi Zona Sempadan Patahan Aktif Cugenang lebih dari 10 meter sampai 1 km. Artinya zona ini memiliki kerentanan tinggi terhadap deformasi tanah dan getaran gempa, atau zona kerentanan menengah terhadap gerakan tanah (longsor).

Zona ini direkomendasikan dapat dibangun konstruksi dengan penerapan persyaratan yang sangat ketat untuk Standar Bangunan Tahan Gempa atau Tahan Gerakan Tanah.

Kemudian yang ketiga ialah Zona Bersyarat atau Zona Kuning.

Zona ini meliputi Sempadan Patahan Aktif Cugenang lebih dari 1 km yang merupakan zona kerentanan menengah hingga rendah terhadap deformasi tanah dan getaran gempa, atau zona kerentanan rendah hingga sangat rendah (aman) terhadap gerakan tanah (longsor).

Baca juga: Gempa Bumi di Cianjur, Tim SAR Berhasil Evakuasi 4 Guru TK yang Tertimbun Longsor di Cugenang

Zona ini direkomendasikan dapat dibangun dengan konstruksi tahan gempa atau tahan gerakan tanah longsor.

Dalam peta yang dibagikan Daryono, adapun wilayah yang masuk ke dalam zona oranye Cugenang di antaranya kawasan Cijedil, Cibeureum, Ciputri, Cibulakan, Rancagoong, dan Sukawangi.

Sementara Desa Benjot dan sebagian Desa Cibeureum masuk ke dalam zona merah yang artinya harus direlokasi untuk menghindari bencana serupa.

Baca juga: Kisah Pilu Korban Gempa Bumi Cianjur di Cugenang, Tak Ada Tenda Bayi Kedinginan Semalaman

Diketahui sebelumnya gempa berkekuatan 5,6 magnitudo mengguncang Cianjur, Jawa Barat.

Gempa tersebut membunuh lebih dari 300 warga.

Dari gempa mematikan tersebut, baru diketahui bahwa kawasan Kecamatan Cugenang ternyata memiliki sesar aktif.

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved