Depok Hari Ini
Belanda Depok Memiliki 12 Marga, Harus Cek Pohon Keluarga Lebih Dulu Saat Ingin Menikahi Satu Marga
12 marga di Depok ini berbeda dengan marga lainnya yang ada di Indonesia. Terpenting adalah diharuskan mengecek apakah memiliki hubungan atau tidak
Penulis: Gilar Prayogo | Editor: Vini Rizki Amelia
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, PANCORAN MAS - Kawasan Depok Lama memang terkenal akan 12 marga keturunan Belanda di Depok yang sudah ada sejak zaman Belanda berkuasa.
Cornelis Chastelein adalah orang Belanda yang memberikan 12 marga kepada buruh yang dibawanya untuk tinggal di Kota Depok.
Marga tersebut adalah Bacas, Isakh, Jonathans, Jacob, Joseph, Loen, Laurens, Leander, Tholense, Soedira, Samuel, dan Zadokh.
Pewaris marga ini kemudian dikenal dengan sebutan Belanda Depok.
Simak video terkait berikut ini:
Namun marga tersebut tidak ada berkaitan dengan aturan pernikahan.
Menurut Ketua satu pelaksana harian majelis jemaat GPIB Immanuel Depok, Penatua Anita F. Sondak sekaligus pemilik marga Leander ini bahwa tidak ada aturan pernikahan yang mengekang.
"Jadi tidak ada aturan apapun untuk pernikahan diantara marga lainnya, karena marga ini diberikan berasal dari orang yang dibawa ke Depok," jelas Anita, Rabu (21/12/2022).
Baca juga: Gereja Depok Peninggalan Belanda Ini Dulunya Memiliki Tiga Lonceng, Kini Hanya Sisa Satu
Jadi 12 marga di Depok ini berbeda dengan marga lainnya yang ada di Indonesia.
Menurutnya yang terpenting adalah diharuskan mengecek terlebih dahulu, apakah memiliki hubungan atau tidak di pohon keluarga.
" Sebenernya yang terpenting adalah harus mengecek terlebih dahulu secara detail di pohon keluarga, apakah masih ada hubungan atau tidak," tutur Penatua Anita.
Baca juga: Jelang Natal, Masyarakat Diajak Lawan Intoleransi, Radikalisme hingga Terorisme
Dirinya mengakui bahwa kedua orangtuanya adalah sama-sama berasal dari satu marga yang sama, yaitu Leander.
"Jadi mamah dan papah saya marganya sama, yaitu Leander. Namun setelah di cek kembali di pohon keluarga, tidak memiliki hubungan apapun dan akhirnya menikah," katanya.
"Maka dari itu marga kami berbeda dengan lainnya, asalkan harus jeli mengecek pohon keluarga terutama di 12 marga Depok," sambung Anita. (m34).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Foto-Gereja-GPIB-Immanuel-Kota-Depok-Jaman-Belanda.jpg)