Pindah Negara

Aria Dinata Pebulutangkis Muda Pelatnas PBSI Kecewa dan Pilih Pindah ke Kroasia

Aria Dinata, pebulutangkis berusia 19 tahun itu mengaku telah mendapatkan kewarganegaraan baru dan akan menjadi pebulu tangkis Kroasia.

Penulis: Alfarizy Ajie Fadhilah | Editor: Umar Widodo
Instagram
Aria Dinata pebulutangkis muda tunggal putra Indonesia, hengkang dari pelatnas PBSI di Cipayung dan pindah ke negara Kroasia karena kecewa hanya dikirim satu turnamen selama tahun 2022 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Alfarizy AF

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) buka suara soal hengkangnya atlet tunggal putra tanah air.

PBSI lewat Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi, Rionny merespons kekecewaan yang diungkapkan oleh Aria Dinata yang merupakan bibit muda di Pelatnas.

Aria Dinata lewat keterangannya beberapa waktu lalu mengungkapkan tidak akan membawa nama Indonesia di kompetisi manapun mulai tahun depan.

Pebulutangkis berusia 19 tahun itu mengaku telah mendapatkan kewarganegaraan baru dan akan menjadi pebulu tangkis Kroasia.

Diketahui, hijrahnya Aria berawal dari curhatnya di media sosial dengan perasaan kecewa kepada PBSI.

Aria menyebut dirinya hanya diikutsertakan pada satu kompetisi saja sepanjang tahun ini. Kompetisi itu adalah Bulgarian International Championship 2022.

Dengan sedikitnya kesempatan yang diberikan untuk berlaga di turnamen level internasional, pemain kelahiran Jakarta itu memutuskan hengkang.

Kabid Binpres PP PBSI Rionny Mainaky
Kabid Binpres PP PBSI Rionny Mainaky (Humas PBSI)

Rionny Mainaky justru baru mendengar terkait hengkangnya Aria Dinata yang akan membela Kroasia mulai tahun depan.

Namun dia meyakini ada alasan lain kenapa PBSI hanya mengirim Aria di satu turnamen saja pada tahun ini.

"Itu mungkin terbentur dari PO (peraturan organisasi). Banyak (pemain yang tidak bisa ikut), bukan dia saja. Kami juga mau menyelesaikan kasus, tetapi tidak bisa semua, seperti itu. Itu kalau menyangkut PO ya," ujar Rionny.

"Iya karena rangking (juga). Jadi, kalau kami mengizinkan semua, harus kita izinkan. Jadi, mau tidak mau ada korban yang tidak bisa ikut turnamen," sambungnya.

Rionny menambahkan, kasus ini juga akan menjadi evaluasi penting bagi PBSI untuk segera melakukan perbaikan.

"Tetapi, mudah-mudahan dengan adanya kasus ini yang terbentur dengan peraturan organisasi. sudah diperhitungkan oleh pemain kami," ucap Rionny.

"Mudah-mudahan ada perbaikan dan mungkin turnamen kecil yang bisa kami ikuti, kami lepas karena PO itu tidak gampang. Bukan cuma satu, tetapi dari seluruh pengurus provinsi (Pengprov). Kami mau tidak mau harus mengikuti peraturan," sambungnya.

(Alfarizy/M39)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved