Gempa Bumi di Cianjur

Lokasi Bencana Dijadikan Tempat 'Wisata', Ketua RT: Warga Saya Berhak Dijaga Hatinya

Banyak yang ke sini hanya berfoto tanpa membantu, hal itu tentu mendapatkan penolakan keras dari para warga

Penulis: Cahya Nugraha | Editor: Vini Rizki Amelia
TribunnewsDepok.com/Cahya Nugraha
Melalui coretan di dinding, warga Desa Sarampad menegur keras masyarakat yang hanya jadikan desanya sebagai kampung wisata bencana. 
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, CIANJUR- Desa Sarampad menjadi salah satu dari sekian banyak desa di Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur yang tidak luput dari hantaman gempa berkekuatan magnitudo 5,6 pada Senin (21/11/2022). 
Tidak banyak yang tersisa dari desa tersebut, semua bangunan rata dengan tanah, akses warga pun terputus dikarenakan aspal jalan yang terangkat. 
Naas disamping banyaknya elemen masyarakat yang peduli dan prihatin akan kondisi desa tersebut dan warganya, namun ada juga yang memanfaatkan kondisi desa untuk sekedar selfie dan berfoto ria. 
Hal itu disampaikan oleh Ketua RT Desa Sarampad, Ujang Maulana, dirinya merasa prihatin melihat masyarakat yang hanya berselfie ria tanpa mengulurkan bantuan yang diperlukan. 
"Banyak yang ke sini hanya berfoto tanpa membantu, hal itu tentu mendapatkan penolakan keras dari para warga," ungkap Ujang ditemui di desa Sarampad, Rabu (30/11/2022).
"Bagaimanapun juga saya harus menjaga warga saya, tidak hanya kehilangan benda dan orang tercintanya. Warga saya pun berhak dijaga hatinya," sambungnya. 
Dirinya pun meminta kepada semua pihak, untuk tidak asal mengambil gambar warganya, sebab dengan tegas ia sampaikan bahwa desa Sarampad bukanlah desa yang dijadikan 'wisata bencana' untuk umum. 
Penolakan akan aksi tersebut tergambar jelas dari banyaknya tulisan warga. 
Di beberapa persimpangan jalan desa Sarampad warga memberikan peringatan 'Kami Terkena Bencana, Bukan Tempat Wisata. Rekreasi anda salah tempat, kami bukan tontonan!'
Sama halnya yang terjadi pada longsoran di Jalur Cipanas - Cianjur, meski sudah terbuka untuk umum pasca longsoran besar yang terjadi akibat gempa, sampai saat ini masih banyak pengendara baik roda dua maupun roda 4 yang melintas penasaran dengan longsoran tersebut. 
Tak khayal mereka pun turun dari kendaraan mereka untuk melakukan foto dan berselfie, padahal di lokasi tersebut sudah terbentang garis kepolisian. 
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved