Viral Media Sosial

Pernyataan Benny soal Izin Tempur kepada Jokowi Dianggap Provokasi dan Memicu Keresahan

Pernyataan Benny soal Izin Tempur kepada Jokowi Dianggap Provokasi dan Memicu Keresahan

Editor: Dwi Rizki
Istimewa
Ketua Dewan Pertimbangan DPW Partai NasDem DKI Jakarta Mohamad Ongen Sangaji 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - Pernyataan Ketua Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani yang meminta izin tempur kepada Presiden RI Jokowi dianggap tidak etis.

Meski saat Pilpres 2019 lalu Benny adalah relawan Jokowi, namun di pemerintahan dia mengemban amanah sebagai pejabat publik.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Dewan Pertimbangan DPW Partai NasDem DKI Jakarta Mohamad Ongen Sangaji.

Kata Ongen, pernyataan Benny kepada Jokowi yang viral di media sosial itu bisa memicu keresahan dan situasi menjadi keruh.

“Apa yang dikatakannya ini juga berbahaya, nantang tempur. Tempur sama siapa? Memangnya kalau tempur, Benny bisa menang dan memiliki kepal (tangan kuat),” ucap Ongen pada Senin (28/11/2022).

Selain itu, kata Ongen, pernyataan Benny juga bisa memicu perang saudara dan benturan yang dapat memecah belah anak bangsa.

Jika memang ada yang menghina Presiden atau menghujat pemerintah, aparat penegak hukum bisa menjerat mereka dengan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

“Ini kok malah ngajak tempur sesama anak bangsa, saat ini Indonesia dalam keadaan baik-baik saja. Tidak ada yang dikhawatirkan untuk tempur, dan kalau ingin tempur memang Benny bisa menang karena itu tugasnya TNI,” katanya.

Baca juga: Tiga Wilayah di DKI Jakarta Ini Tergenang Diterpa Hujan Deras Senin Sore

Baca juga: Pemprov DKI Ganti 5 Direksi Jakpro, Satu Orang yang Bangun JIS Era Anies Ditunjuk Jadi Dirut

Menurut Ongen, sangat tidak layak pejabat negara yang juga pembantu Presiden sebagai Ketua BP2MI berbicara seperti itu di depan Jokowi.

Dia menganggap, pernyataan Benny merupakan sebuah bentuk provokasi.

“Orang-orang seperti ini tidak layak duduk dekat Presiden atau jadi pejabat negara. Kerjanya provokasi saja. Memang siapa yang takut sama Benny? Benny itu siapa? Apa bisa tangan kepal? Kalimat Benny itu bahaya, menancing yang belum ada,” jelasnya.

Dia menambahkan, bahwa berpolitik itu harus riang gembira, sejuk, santun, dan tenang. Masyarakat atau pejabat tidak perlu melakukan provokasi yang membuat keresahan di tengah-tengah masyarakat.

“Tempur itu wilayahnya TNI, bukan Benny,” imbuhnya.

Dalam video yang diunggah akun Instagram @jktnewss, Benny meminta Jokowi bertindak tegas untuk menempuh jalur hukum terhadap pihak-pihak yang kontra pada pemerintah.

Jika langkah itu tak ditempuh, Benny mengancam relawan Jokowi bakal turun ke lapangan untuk menandingi pihak-pihak yang kontra pada pemerintah.

“Kita ini pemenang Pilpres, kita ini besar tapi serangan lawannya masih terus. Sarannya adalah amplifikasi program-program dan keberhasilan bapak melalui Kemenkop,” kata Benny.

Kepada Jokowi, Benny mengaku gemas dengan orang yang berusaha menyerang pemerintah dengan mengadu domba, menyebarkan hasut hingga ujaran kebencian.

Kata Benny, oknum tersebut harus ditindak tegas sesuai aturan berlaku.

“Kita gemes Pak, ingin melawan mereka. Kalau mau tempur lapangan, kita lebih banyak. Kalau Bapak nggak mengizinkan kita tempur di lapangan melawan mereka maka penegakan hukum yang harus. Karena ketika tidak, kami hilang kesabaran ya sudah kita yang melawan mereka di lapangan misalnya,” jelasnya. 

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved