Gempa Bumi di Cianjur
Gempa Cianjur, 21 Rumah di Kampung Kuta Mangunkerta Hancur Tak Bisa Dihuni Kembali
Jumlah pengungsi hari pertama ada 180 orang. Saat ini tinggal 150 orang dari 40 kepala keluarga, mungkin ada yang ikut keluarganya di tempat lain
Penulis: Hironimus Rama | Editor: Umar Widodo
Laporan Wartawan TribunnewsDepok.com Hironimus Rama
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, CUGENANG - Gempa M 5,6 yang melanda Kabupaten Cianjur pada Senin (21/11/2022) membuat sebagian besar rumah di Kampung Kuta, Desa Mangunkerta, Kecamatan Cugenang rusak parah.
Jana, Ketua RT 03 RW 07 Desa Mangunkerta, mengatakan 21 rumah di Kampung Kuta rusak parah.
"21 dari total 40 rumah di kampung ini hancur dan tidak bisa didiami lagi," kata Jana di Kampung Kuta, Minggu (27/11/2022).
Dia menambahkan hampir semua rumah di Kampung Kuta tidak layak huni lagi.
"Kalau dilihat dari jalan, kelihatannya tegak berdiri. Begitu masuk ke dalam, batanya habis semua," ucapnya.
Untuk korban, Jana mengakui tidak ada korban jiwa di Kampung Tugu.
"Korban jiwa tidak ada, hanya ada 9 korban luka-luka. Satu orang luka berat patah tangan," jelasnya.
Dia berharap pemerintah turun tangan memperbaiki rumah warganya yang rusak.
"Semoga ada bantuan pemerintah untuk meringankan beban warga yang rumahnya rusak," harap Jana.
Baca juga: UI Peduli Gempa Cianjur, Kirim Mapala UI dan Geography Mountaineering Club FMIPA UI untuk Pemetaan
Saat ini warga Kampung Kuta mengungsi di satu posko yang tersebar di 9 tenda.
"Jumlah pengungsi hari pertama ada 180 orang. Saat ini tinggal 150 orang dari 40 kepala keluarga, mungkin ada yang ikut keluarganya di tempat lain," papar Jana.
Saat ini para pengungsi kekurangan tikar untuk alas tidur.
"Kita masih kekurangan tikar, sedangkan tenda sudah cukup. Begitu makanan, pakaian dan air bersih cukup banyak," tandas Jana.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Rumah-Rusak-di-Kampung-Kuta.jpg)