Universitas Indonesia

Tiga Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Indonesia Buat Inovasi Panel Surya dari Limbah Plastik

ketiganya sepakat memberi nama Printable Alternative Solar Roll (PARASOL). PARASOL adalah sebuah Inovasi panel surya alternatif

Penulis: Cahya Nugraha | Editor: Vini Rizki Amelia
TribunnewsDepok.com/Cahya Nugraha
Yosep Dhimas Sinaga, Tiffany Liuvinia dan Afra Moedya Abadi, mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) yang berhasil menggagas panel surya roll dengan memanfaatkan limbah plastik sebagai salah satu komponennya dan mereka beri nama Printable Alternative Solar Roll (PARASOL) 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, DEPOK - Tiga mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) berhasil menggagas panel surya roll dengan memanfaatkan limbah plastik sebagai salah satu komponennya.

Ketiganya yakni Afra Moedya Abadi, Tiffany Liuvinia, dan Yosep Dhimas Sinaga yang masih duduk di Semester 5.

Atas karyanya itu, ketiganya sepakat memberi nama Printable Alternative Solar Roll (PARASOL).

PARASOL adalah sebuah Inovasi panel surya alternatif yang dirancang dalam bentuk plastik rol yang praktis, fleksibel, dan semi transparan.

 

Simak video berikut ini:

 

Penggunaannya memanfaatkan prinsip perovskite solar cell dengan nilai efisiensi yang mampu bersaing dengan panel surya konvensional. 

Kepada TribunnewsDepok.com Maudy sapaan akrab Moedya ini memaparkan latarbelakang dirinya dan kedua temannya itu menggagas PARASOL.

Hal itu, lanjut Maudy dilandasi dari permasalahan yang ada di Indonesia terkait persoalan sampah plastik yang sulit dihindari masyarakat.

Baca juga: Hari Guru, Pemkot Depok Akan Mengangkat Guru Honorer Menjadi P3K

"Jadi kami mencoba bagaimana sampah ini menjadi sebuah energi, kami lakukan riset mendalam perihal ini, akhirnya kami menemukan bahwa energi surya memiliki potensi yang lebih besar di Indonesia," papar Maudy di Kampus UI, Beji, Kota Depok, Jumat (25/11/2022).

"Jadi kita mengangkat bagaimana jika kolaborasikan keduanya, jadi kita membuat panel surya dari limbah plastik," sambungnya. 

Namun diakui Maudy, realisasi pemasangan energi surya ini masih memiliki angka yang rendah di Indonesia.

Baca juga: UI Peduli Gempa Cianjur, Kirim Mapala UI dan Geography Mountaineering Club FMIPA UI untuk Pemetaan

 Sementara itu, Yosep menuturkan bahwa gagasan ini merupakan teknologi baru yang ia ciptakan bersama dengan kedua temannya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved