Gempa Bumi di Cianjur

Gempa Bumi Cianjur, Distribusi Bantuan Terhambat di Jalur Gatot Mangkupraja Akibat Macet Parah

Kemacetan di jalur evakuasi korban gempa bumi Cianjur ini terjadi sejak pagi hingga malam hari.

Penulis: Hironimus Rama | Editor: Vini Rizki Amelia
Warta Kota
Suasana lokasi pengungsian korban gempa bumi di Desa Sarampad, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur pada Sabtu (26/11/2022). 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, CUGENANG - Jalur Gatot Mangkupraja yang menghubungkan Desa Nagrag di Kecamatan Cianjur dengan Desa Benjot di Kecamatan Cugenang terpantau macet parah pada Sabtu (26/11/2022) sore.

Kemacetan di jalur evakuasi korban gempa bumi Cianjur ini terjadi sejak pagi hingga malam hari.

Pantauan TribunnewsDepok.com, kemacetan terjadi mulai dari pertigaan Desa Benjot hingga pertigaan Nagrak di Jalan Raya Sukabumi, Cianjur.

Jalur jalan yang sempit ini dijejali berbagai jenis kendaraan mulai dari sepeda motor, mobil ambulans hingga mobil distribusi logistik dari pemerintah dan relawan.

Baca juga: 77 Rumah Warga di Desa Sarampad Hancur Diguncang Gempa Bumi di Cianjur, 31 Orang Warga Tewas

Wartawan TribunnewsDepok.com sempat melintasi jalur ini pada Sabtu pagi dan sore.

Butuh waktu dua jam untuk bisa menembus kemacetan di jalur sepanjang 4,5 kilometer ini.

Selain karena jalan yang sempit, pengendara motor yang tidak tertib juga menjadi biang kerok kemacetan.

Baca juga: Nur Azizah Tamhid Panen Nanas Madu Subang di Depok Bareng Wakil Bupati Subang, Ini Kata Agus Masykur

Para pengendara motor yang tak sabaran dengan kondisi macet nekat mengambil jalur kendaraan arah berlawanan sehingga membuat lalu lintas terkunci.

Kemacetan yang mengular ini membuat seorang relawan yang mengatur lalu lintas marah.

"Kalian ini bikin macet saja, bukannya membantu pengungsi malah menghambat distribusi logistik ke atas (arah Benjot-Red)," kata Adi, seorang relawan gempa di Benjot kepada para pengendara motor, Sabtu (26/11/2022) sore.

Baca juga: Jangan Sampai Terlewat, Lomba Vlog Pariwisata Kota Depok Diperpanjang dengan Hadiah Total Rp 14 Juta


Dia mengaku stres karena ulah para pengendara motor dari arah Benjot yang sering mengambil jalur jalan kendaraan yang datang dari arah Nagrag.

"Gara-gara pengendara tidak tertib, proses distribusi logistik dari relawan jadi terhambat. Padahal masih banyak pengungsi yang butuh logistik di lokasi bencana gempa," tandas Adi. 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved