Gempa Bumi di Cianjur

Gempa Bumi Cianjur, 50 Persen Rumah di Desa Samarad Rusak Berat, Korban Berharap Jokowi Tepati Janji

Para pengungsi ini tersebar di 136 posko pengungsian yang berada di Kp Cisarua, Kp Salakawung, KpSarampad, Kp Sukawarna dan Kp Jamaras

Penulis: Hironimus Rama | Editor: Vini Rizki Amelia
TribunnewsDepok.com/Hironimus Rama
Nyang (62), warga Kampung Sarampad, Deaa Sarampad, Kecamatan Cugenang, menunjuk reruntuhan rumahnya yang rata dengan tanah akibat gempa bumi pada Sabtu (26/11/2022). 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, CUGENANG - Ribuan warga Desa Sarampad, Kecamatan Cugenang  Kabupaten Cianjur mengungsi di tenda darurat akibat gempa M 5,6 yang menghantam Kabupaten Cianjur pada Senin (21/11/2022).

Para pengungsi ini tersebar di 136 posko pengungsian yang berada di Kampung Cisarua, Kampung Salakawung, Kampung Sarampad, Kampung Sukawarna dan Kampung Jamaras yang ada di wilayah Desa Sarampad, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur.

Selain takut gempa susulan, para pengungsi tinggal di tenda darurat karena kondisi rumah mereka yang rusak akibat guncangan gempa bumi.

Kepala Desa Sarampad Dudu Abdurajab mengatakan sekira 50 persen rumah di Desa Samarad mengalami rusak berat.

Baca juga: Nur Azizah Tamhid Panen Nanas Madu Subang di Depok Bareng Wakil Bupati Subang, Ini Kata Agus Masykur

"Kerusakan terparah ada di Kampung Sarampad, sekitar 80 persen rumah warga rusak berat. Sementara di Kampung Cisarua 40 persen rusak berat dan Kampung Salakawung 40 persen yang rusak berat," kata Dudu di Sarampad, Sabtu (25/11/2022).

Meskipun 136 posko pengungsian telah berdiri di Desa Sarampad, namun masih banyak warga yang mengeluhkan kurangnya tenda untuk tempat tinggal sementara.

Bahkan banyak warga yang membangun tenda sendiri di bekas reruntuhan rah atau pun di daerah persawahan.

Baca juga: Jangan Sampai Terlewat, Lomba Vlog Pariwisata Kota Depok Diperpanjang dengan Hadiah Total Rp 14 Juta

Salah seorang diantaranya adalah Nyang (62), warga Kampung Sarampad.

Saat ditemui TribunnewsDepok.com pada Sabtu (26/11/2022) sore, Nyang sedang sibuk membuat tenda sederhana di bagian depan reruntuhan rumahnya yang rata dengan tanah.

Dia mengaku tidak kerasan tinggal di tenda pengungsian Posko 5 Desa Sarampad yang lokasinya tak jauh dari reruntuhan tempat tinggalnya.

Baca juga: NU Kota Depok Peduli Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Bumi Cianjur, Ini Kata KH. Achmad Solechan

"Beberapa hari ini kami sekeluarga mengungsi ke Posko 5. Tetapi saya tidak betah karena terlalu banyak orang," kata Nyang.

Meskipun sudah selesai membuat rangka tenda di depan reruntuhan rumahnya, Nyang mengaku belum memiliki terpal sebagai penutup bagian atasnya.

"Terpal belum ada, lagi dicari. Semoga besok ada yang menyumbangkan," tuturnya.

Baca juga: Seusai Bertemu Presiden Jokowi di GBK, Bus Relawan Tertimpa Pohon di Bekasi

Selain terpal, dia mengaku membutuhkan bahan makanan dan pakaian untuk keluarganya dan para pengungsi di Desa Sarampad.

"Kami masih membutuhkan makanan, pakaian dan uang," ucap Nyang.

Dia berharap Presiden Jokowi menepati janjinya untuk memberi sumbangan perbaikan rumah warga.

"Waktu kunjungan di Kecamatan Cugenang, Presiden Jokowi janjikan bantuan Rp 50 juta untuk rumah rusak berat, Rp 25 juta untuk rusak sedang dan Rp 10 juta rusak ringan. Kami berharap janji ini ditepati nanti," harap Nyang.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved