Gempa Bumi di Cianjur

Warga yang Tak Berkepentingan dan Hanya Menonton Korban Gempa di Cianjur Akan Ditertibkan TNI/Polri

Kata Suharyanto bagi warga luar yang datang untuk menonton korban bencana, akan ditertibkan oleh TNI dan Polri.

Editor: murtopo
Tribun Jabar
Jalan Raya Cipanas yang terkena longsor di kawasan Cipanas, Cugenang, Cianjur, Jawa Barat akibat gempa bumi di Cianjur Senin (21/11/2022) akhirnya sudah bisa dilalui oleh warga pada Rabu (23/11/2022). 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, CIANJUR - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengimbau masyarakat yang tidak berkepentingan untuk tidak datang kr lokasi bencana sebab bencana bukan untuk dilihat dan bukan tempat wisata.

Suharyanto yang pernah menjabat Pangdam Brawijaya mengatakan lokasi bencana bukan tempat wisata, sehingga jika warga yang tidak membantu penanganan diharap tidak datang.

"Kepada masyarakat yang tidak berkepentingan, bencana bukan untuk dilihat, bukan tempat wisata, tapi sesuatu yang harus dipecahkan bersama, Polres dan Kodim untuk bertindak tegas namun humanis untuk memberikan penjelaskan ke kelompok masyarakat ini agar tidak menggangu penanganan bencana," ujar Suharyanto seperti dilansir dari bnpb.go.id.

Kata Suharyanto bagi warga luar yang datang untuk menonton korban bencana, akan ditertibkan oleh TNI dan Polri.

Sementara itu penanganan benca gempa Cianjur, selain mendapat dukungan logistik juga mendapatkan dukungan personil dari berbagai pihak.

"Relawan sudah masuk, malam ini 193 organisasi relawan siap bantu dengan 2.904 personil yang terdata. Nantinya relawan akan membantu SAR, dsitribusi logistik, pendataan dan pemenuhan kebutuhan lain," tutup Suharyanto.

Baca juga: Presiden Joko Widodo Kunjungi Kecamatan Cugenang Lokasi Paling Parah Akibat Gempa Bumi di Cianjur

Informasi terbaru BNPB pada Kamis (24/11/2022), seorang warga yang sebelumnya terdata hilang, ditemukan meninggal dunia oleh tim gabungan.

Dengan ditemukannya korban tersebut saat ini tercatat korban meninggal akibat gempa bumi di Cianjur mencapai 272 meninggal dunia.

sebanyak 165 jenazah telah diidentifikasi by name by address dan 107 jenazah masih terus diidentifikasi.
"Sementara itu korban luka-luka 2.046 orang, warga mengungsi 62.545 orang," ujar Suharyanto saat memberikan keterangan pers di Kantor Bupati Cianjur, Kamis (24/11).

Suharyanto menambahkan, masih ada korban hilang di satu wilayah desa akibat tertimbun longsor yang terjadi pascagempa.

Baca juga: Cerita Lili, Korban Gempa Bumi di Cianjur Selamatkan 8 Anggota Keluarganya yang Tertimbun Reruntuhan

"Korban hilang 39 di Cijedil, Kecamatan Cugenang akibat longsor, tujuh di antaranya orang sedang melintas dan ada saksi mata yang melihat," jelasnya.

"39 jiwa ini sudah teridentifikasi nama dan alamatnya," lanjutnya.

Kerugian materil juga masih terus dilakukan pendataan, laporan dari desa dan camat langsung ke posko utama.

"Total rumah rusak 56.311, rusak berat 22.267 unit, rusak sedang 11.836 unit dan rusak ringan 22.208 unit. Data ini akan diverifikasi dengan batasan yang sudah ada, ada Permen PUPR tentangspesifikasi kategori rumah rusak," kata Suharyanto.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved