Gempa Bumi di Cianjur

Gempa Bumi di Cianjur, Tiga Ibu Melahirkan di Tenda Pengungsian Kampung Cariu Desa Mangunkerta

Di tenda ramah anak yang dibangun Kemensos dikabarkan sudah ada tiga orang ibu korban gempa di Cianjur yang melahirkan di tenda pengungsian tersebut.

Editor: murtopo
TribunJabar/Ferri Amiril
Warga korban gempa bumi di Cianjur sebagian mengungsi di tenda pengungsian Posko Kampung Cariu Desa Mangunkerta Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur. Dikabarkan bahwa ada tiga orang ibu melahirkan di tenda pengungsian Posko Kampung Cariu apada Rabu (23/11/2022) malam. 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, CIANJUR -- Warga korban gempa bumi di Cianjur sebagian mengungsi di tenda pengungsian Posko Kampung Cariu Desa Mangunkerta Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur.

Pantauan wartawan Tribun Jabar Ferri Amiril, tenda pengungsian yang dibangun di lapangan sepak bola Kampung Cariu merupakan tenda dari Kementerian Sosial.

Di tenda ramah anak yang dibangun Kemensos dikabarkan sudah ada tiga orang ibu yang melahirkan di tenda pengungsian tersebut.

Menurut keterangan petugas medis yang bertugas di tenda ramah anak, ibu yang melahirkan terakhir tersebut dibawa petugas ke puskesmas untuk mendapatkan tindakan lebih lanjut.

Sementara itu di posko pengungsian Kampung Cariu Desa Mangunkerta juga sudah dibangun sedikitnya 10 tenda besar ditambah tenda ramah anak, tenda medis dan dampur umum.

Hingga malam hari petugas dari Tagana Kementerian Sosial juga terus membangun tenda mengelilingi lapangan Cariu.

Sedangkan tenaga listrik yang ada di tenda-tenda tersebut berasal dari genset.

Sementara itu berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB hingga Rabu (23/11/2022) petang kemarin tercatat 271 jenazah korban gempa di Cianjur sudah teridentifikasi. 

Seperti dilansir dari bnpb.go.id, pencarian korban terus diupayakan oleh tim gabungan yang terlibat penanganan bencana gempa Cianjur M5.6, sejak terjadi gempa Senin (21/11) lalu.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengatakan bahwa masih ada 40 korban hilang yang belum ditemukan.

"Per hari ini, 271 jenazah sudah teridentifikasi. Pencarian dan evakuasi gabungan dari tim SAR, BNPB, BPBD, TNI/POLRI dan relawan lebih dari 1.000 personil. Hasilnya menemukan empat orang, tiga meninggal dunia di Cugenang dan satu selamat. Masih ada korban hilang 40 orang," ujar Suharyanto saat melakukan keterang pers di Kantor Bupati Cianjur, Jawa Barat, Rabu (23/11).

"Data ini dari Puskesmas dan Rumah Sakit di Cianjur, akan ditelusuri apakah termasuk yang sudah dimakamkan oleh keluarganya," tambahnya.

Suharyanto menegaskan tim gabungan tanpa kenal lelah terus melakukan pencarian meski terkendala hujan.

"Pencarian dan evakuasi dilaksanakan secara terus menurus, meski hujan tim tanpa kenal lelah terus melakukan pencarian," tegas Suharyanto.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved