Gempa Bumi di Cianjur

Gempa Bumi di Cianjur, Pengungsi di Desa Cibulakan Gunakan Air Kolam untuk Masak dan Mencuci

"Kalo ga ada bantuan air, ya mau enggak mau saya ambil air di kolam, jalan bawa satu galon," katanya saat ditemui wartakotalive.com, Kamis (24/11/2022

Editor: murtopo
Wartakotalive.com/Nurmahadi
Posko pengungsian warga korban bencana gempa bumi di Cianjur di Desa Cibulakan, Kecamatan Cugeunang, Kabupaten Cianjur. 

Laporan Reporter Wartakotalive.com, Nurmahadi.

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, CIANJUR - "Buru eta esuian galon ( cepat itu isi galonnya)," teriak seorang warga pengungsi bernama Nanang (55) sambil berlari membawa dua galon saat bantuan air bersih datang ke posko pengungsian.

Ia dan para pengungsi lain girang bukan kepalang ketika bantuan air bersih diberikan ke posko nya yang terletak di Desa Cibulakan, Kecamatan Cugeunang, Kabupaten Cianjur.

Pasalnya, sejak hari Senin kemarin, poskonya alami krisis air bersih.

Ia mengaku harus berjalan sejauh 2 kilometer dari tempat pengungsian menuju kolam ikan untuk mengambil air.

Bukan karena tak punya motor, Nanang mengaku akses menuju kolam tersebut hanyalah jalan setapak yang tak bisa diakses kendaraan.

Tanpa ada kata lelah, Nanang dan para pengungsi lainnya tetap semangat mengangkut air meski jarak yang begitu jauh.

Sebetulnya akses menuju kolam tersebut tidaklah terlalu jauh, akan tetapi setelah gempa melanda, akses utama menuju kolam tertutup reruntuhan bangunan.

Alhasil, ia harus blusukan ke jalan setapak demi air bersih bagi kelangsungan hidupnya dan orang-orang yang satu tenda dengannya.

"Kalo ga ada bantuan air, ya mau enggak mau saya ambil air di kolam, jalan bawa satu galon," katanya saat ditemui wartakotalive.com, Kamis (24/11/2022).

Baca juga: Gempa Bumi di Cianjur, Warga Desa Cibulakan Sibuk Buat Parit hingga Pindahkan Tenda saat Turun Hujan

Setiap hari dia dan pengungsi lain bergiliran membawa air bersih dari kolam ikan. Meski begitu air yang dibawa tentu terbatas, karena harus dibagi menyeluruh kepada para penyintas.

Ia hanya boleh membawa setengah galon air saja dalam sehari. Air itu diperuntukan bagi satu tenda.

Air setengah galon yang dibawa Nanang tentu harus cukup untuk tendanya yang berisi 7 KK atau sebanyak 30 orang.

Baca juga: Presiden Joko Widodo Kunjungi Kecamatan Cugenang Lokasi Paling Parah Akibat Gempa Bumi di Cianjur

"Kita ga boleh bawa satu galon penuh, dibatasi cuma bawa setengah aja, harus cukup buat satu tenda," ujarnya.

Air setengah galon itu digunakan pengungsi untuk keperluan memasak hingga mencuci perabotan rumah tangga seperti piring dan panci.

Nanang mengaku hanya bisa pasrah menerima keadaan, selagi diberikan kesehatan, ia akan tetap berusaha menggadapi musibah ini.

"Hanya bisa pasrah, yang penting sehat. Mau gimana lagi kan, yang penting terus berdoa aja semoga cepat selesai musibah ini," ucapnya. (m41)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved