Gempa Bumi di Cianjur

Gempa Bumi Cianjur, Pengungsi Mendoakan Jasad Wanita Hamil yang Masih Tertimbun Reruntuhan Rumahnya

gempa susulan terus terjadi, sehingga membuat warga takut kembali ke rumah dan memilih bertahan di tenda-tenda pengungsian.

Warta Kota/M.Azzam
Warga Kampung Selaeurih, Desa Benjot, Kecamatan Cugenang, Cianjur, Jawa Barat mengais sisa-sisa bangunan rumahnya yang mungkin bisa digunakan lagi setelah gempa bumi menerjang kawasan tersebut 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, KARAWANG - Korban gempa di Kampung Selaeurih, Desa Benjot, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat masih minim bantuan.

Tenda darurat yang digunakan warga untuk mengungsi juga dibangun seadaanya dengan terpal dan bambu.

Ujang Rahmat, Ketua RT 01 RW 01, Kampung Selaeurih, Desa Benjot, Kecamatan Cugenang, Cianjur mengatakan gempa susulan terus terjadi.

Sehingga membuat warga takut kembali ke rumah dan memilih bertahan di tenda-tenda pengungsian.

 

Simak video berikut ini:

 

"Memilih tinggal di tenda lebih aman daripada kembali ke rumah. Karena masih ada gempa susulan. Khawatir kena reruntuhan," kata Ujang di lokasi, Rabu (23/11/2022).

Di desa tersebut, banyak rumah dan bangunan warga porak poranda.

Sekira pukul 18.30 WIB, Selasa malam, 22 November 2022, terjadi gempa susulan yang cukup mengagetkan pengungsi.

Baca juga: Pengumpulan Video Diperpanjang, Lomba V-Blog Pariwisata Kota Depok Berhadiah Belasan Juta Rupiah 

"Kemarin, gempa susulan terjadi delapan kali," ujar Ujang.

Dikatakan Ujang, Kampung Selaeurih terletak di dataran tinggi. Lokasinya cukup jauh dan cukup sulit dijangkau.

Sejumlah posko di desa tersebut menampung banyak pengungsi baik wanita dan anak-anak.

Baca juga: Penghina Ibu Negara Iriana Joko Widodo Belum Diproses Bareskrim Polri, Kok Bisa?

Tempat pengusian atau untuk mereka berlindung juga di tenda darurat yang dibangun seadanya.

"Ya menggunakan terpal yang ditopang bambu, tenda darurat tersebut dihuni wanita dan anak-anak," jelas dia.

Bahkan, Ketua Posko 1 Selaeurih, Cigenang Aceng, menceritakan di tengah kegelapan, lantunan tahlil dan doa terdengar dari dalam tenda. Apalagi malam itu air hujan terus turun.

Baca juga: Gempa Bumi di Cianjur, Pemkot Depok Terjunkan Dokter Spesialis Bedah, Dokter Umum, dan Perawat

"Para pengungsi mendoakan jenazah wanita hamil yang masih tertinggal di reruntuhan rumahnya," ujar.

"Di Selaeurih, evakuasi memang belum sepenuhnya selesai," Aceng.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved