Breaking News:

Beredar Informasi Bakal Ada Gempa di Waduk Cirata Purwakarta, BMKG: Tidak Benar

Ada dua rekaman suara yang beredar luas melalui aplikasi pesan Whatsapp grup warga. Pada rekaman itu diprediksi terjadi gempa di Purwakarta

bmkg.go.id
Gempa bumi yang berpusat di Kabupaten Cianjur getarannya dirasakan hingga ke wilayah Jabodetabek pada Senin (20/11/2022). 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, PURWAKARTA - Beredar Voice Note atau rekaman suara yang menyebut akan ada gempa bumi di wilayah Waduk Cirata, Kabupaten Purwakarta pada Selasa (22/11/2022) malam.

Ada dua rekaman suara yang beredar luas melalui aplikasi pesan Whatsapp grup warga.

Pada rekaman itu diungkapkan, bahwa diprediksi terjadi gempa di wilayah Purwakarta.

"Agar warga di wilayah Cirata Purwakarta waspada. Karena menurut prediksi di BMKG letak lempengan paling ujung di bendungan Cirata Purwakarta. Untuk tetap siaga malam ini untuk waktu belum bisa diprediksi, karena waktu pelaksanaan bencana ini rahasia Allah," kata seorang pria pada rekaman suara yang beredar.

 

Simak video berikut ini:

 

Atas informasi yang beredar itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan kabar tersebut adalah hoaks atau kabar bohong.

Masyarakat diminta tidak percaya informasi itu dan tetap melihat perkembangan informasinya secara resmi oleh BMKG.

"Berita tersebut tidak benar dan BMKG tidak pernah menyampaikan serta menyebarluaskan informasi tersebut," kata Kepala BMKG Bandung, Teguh Rahayu saat dikonfirmasi pada Selasa (22/11/2022).

Baca juga: Belum Dapat Bantuan, Warga Terdampak Gempa Bumi di Cianjur Sampai Ngutang ke Warung untuk Makan

Teguh Rahayu juga memastikan informasi hoaks lainnya terkait prediksi BMKG mengenai letak lempengan di paling ujung dekat waduk Cirata.

Serta tentang adanya cahaya seperti api menyala di Gunung Gede yang menyebabkan terjadinya erupsi Gunung Gede yang megakibatkan adanya gempa bumi di wilayah Kampung Singa Barong dan Kampung Sarongge, Kabupaten Cianjur adalah hoaks.

Dikatakannya, bahwa sampai saat ini belum ada teknologi yang dapat memprediksi dengan tepat, kapan, dimana dan berapa kekuatan gempa yang akan terjadi.

Baca juga: Menangkan Anies Baswedan di Pilpres 2024, Nasdem Jakarta Timur Kumpulkan 1.000 Tokoh

"Kemudian informasi resmi yang diperoleh dari PVMBG, hingga saat ini status Gunung Gede masih dalam status Level I  atau normal," ungkapnya.

Dia meminta masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Jika terjadi bencana gempa bumi, agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

Baca juga: Gempa Bumi di Cianjur, Politisi Gerindra Depok Yeti Wulandari Ajak Warga Doakan dan Bantu Korban

Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali ke dalam rumah.

"Masyarakat juga diharapkan hanya percaya pada informasi resmi kebencanaan melalui informasi resmi yang dikeluarkan dari pihak yang berhubungan langsung dengan kejadian bencana seperti BKMG, BASARNAS,
BNPB, TAGANA, TNI/Polri dan aparat Pemerintahan setempat," tandasnya.

Sumber: Tribun bekasi
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved