Gempa Bumi di Cianjur

Update Gempa Bumi di Cianjur, BMKG Catat 45 Kali Gempa Bumi Susulan di Pusat Gempa

Update Gempa Bumi di Cianjur, BMKG Catat 45 Kali Gempa Bumi Susulan di Pusat Gempa

Penulis: Dwi Rizki | Editor: Dwi Rizki
bmkg.go.id
Gempa bumi yang berpusat di Kabupaten Cianjur getarannya dirasakan hingga ke wilayah Jabodetabek pada Senin (20/11/2022). 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati menyebutkan ada sebanyak 45 Kali gempa bumi susulan di Cianjur pada Senin (21/11/2022). 

Gempa bumi susulan tersebut terjadi di pusat gempa, yakni 6.84 LS,107.05 BT 10 km Barat Daya KAB-CIANJUR-JABAR dengan kedalaman 10 kilometer (km). 

"Jadi awal pas press conference jam 15.00 WIB, kami umumkan ada 25 gempa, update terakhir 16.45 WIB ada 45, jadi dalam kurun waktu dua jam, ada 20 kali gempa susulan," ungkap Dwikorita Karnawati dalam wawancara TV One pada Senin (21/11/2022). 

Walau begitu, kekuatan gempa susulan diungkapkannya semakin melemah dibandingkan dengan gempa pertama yang mencapai 5,6 skala richter. 

Sehingga, gempa susulan tidak mengakibatkan kerusakan dibandingkan gempa bumi pertama. 

"kekuatannya (gempa) semakin melemah tertinggi itu 1,7 magnitudo. Dan kami tegaskan gempa tidak berpotensi tsunami," ungkap Dwikorita Karnawati. 

46 Orang Tewas, 700 Orang Terluka

Bupati Cianjur, Herman Suherman melaporkan ada lebih dari 700 orang warga terluka dan 46 orang tewas pasca gempa bumi di Cianjur pada Senin (21/11/2022). 

Hal tersebut disampaikan Herman dalam wawancara via telepon dalam Breaking News TV One pada pukul 16.45 WIB. 

Dalam kesempatan tersebut, Herman menyebutkan korban terluka merupakan warga yang berhasil terdata dan dievakuasi ke RSUD Cianjur serta sejumlah rumah sakit di wilayah Cianjur. 

Dirinya memperkirakan ada lebih banyak korban, mengingat banyak desa yang kini terisolir Imbas tanah longsor dan jembatan putus pasca gempa bumi

"Korban meninggal ada 46 orang, terluka ada 700, tapi itu Belum tentu semuanya, karena banyak desa yang kini masih terisolir," ungkap Herman. 

Terkait hal tersebut, pihaknya bersama Kepolisian DNA TNI telah berkoordinasi untuk membuka akses jalan. 

"Saya sudah membagi tugas denganmu Pak Kapolres dan Pak Dandim untuk membuka akses, termasuk adanya jembatan putus, tapi fokus sekarang itu kita masih menyelamatkan masyarakat yang terluka," tambahnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved