Metropolitan

Sebut Keluarga Tewas di Kalideres Antisosial, Pj Gubernur DKI Diminta Evaluasi Wali Kota Jakbar

Sebut Keluarga Tewas di Kalideres Antisosial, Pj Gubernur DKI Diminta Evaluasi Wali Kota Jakbar

Editor: Dwi Rizki
Warta Kota
Wali Kota Jakarta Barat, Yani Wahyu Purwoko 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono diminta mengevaluasi kinerja Wali Kota Administrasi Jakarta Barat Yani Wahyu Purwoko.

Langkah ini dilakukan buntut pernyataan Yani yang menganggap satu keluarga tewas mengering di Kalideres, Jakarta Barat kerap bersikap antisosial.

 

Presidium Aliansi Pemuda Jakarta (APJ) Bayu A mengatakan, sudah hampir sepekan kejadian ini Yani tidak pernah mengeluarkan pernyataan permohonan maaf maupun menunjukan rasa empati terhadap keluarga yang meninggal.

Bahkan, kata dia, Yani terkesan mencari jalan pembenaran terhadap pernyataannya itu kepada keluarga korban.

“Yani telah mencoret wajah Provinsi DKI Jakarta, lebih khususnya wajah Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono,” kata Bayu berdasarkan keterangannya pada Selasa (15/11/2022).

 

Bayu mengungkapkan, meninggalnya satu keluarga yang terdiri dari empat orang itu merupakan hal yang memalukan bagi pemerintah.

Apalagi kuat dugaan mereka meninggal karena kelaparan.

 

“Sejumlah kalangan menyoroti ketidakmampuan Wali Kota Jakarta Barat sebagai pucuk pimpinan tertinggi di wilayah setempat,” ujar Bayu.

Baca juga: VIDEO : Ibu Negara Korea Selatan Kim Keon Hee Yang Mempesona

Baca juga: Sengketa Tanah YPKC di Depok, Kuasa Hukum Ahli Waris Minta Kementerian ATR/BPN Turun Tangan

Sebelumnya, pernyataan Wali Kota Administrasi Jakarta Barat Yani Wahyu Purwoko mengenai tewasnya satu keluarga di Kalideres karena dikenal tertutup, memicu kontroversi.

Sebagai pelayan warga di Jakarta Barat, seharusnya Yani memiliki kepekaan sosial.

 

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved