Berita Jakarta

Polres Metro Jakarta Pusat Tetapkan 2 Orang Jadi Tersangka Kasus Konser Berdendang Bergoyang

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Komarudin menyebut, dua orang yang ditetapkan sebagai tersangka tersebut berinisial DP dan HA.

Penulis: Ramadhan LQ | Editor: murtopo
Istimewa
Suasana malam konser Berdendang Bergoyang di Istora Senayan, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat Sabtu (29/10/2022) malam yang over kapasitas. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Ramadhan L Q

WARTAKOTALIVE.COM, KEBAYORAN BARU - Polisi menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam kasus Konser Berdendang Bergoyang yang meliebihi kapasitas di Istora Senayan Jakarta.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Metro Jakarta Pusat, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Komarudin.

Komarudin menyebut, dua orang yang ditetapkan sebagai tersangka tersebut berinisial DP dan HA.

"Iya, sudah (ditetapkan tersangka). Sementara dua orang kami tetapkan tersangka," kata dia, saat dikonfirmasi pada Sabtu (5/11/2022).

Ia mengatakan, kedua tersangka itu telah ditetapkan sebagai tersangka per hari ini.

HA diketahui merupakan penanggungjawab festival musik Berdendang Bergoyang.

Adapun DP, ujar Komarudin, merupakan direktur perusahaan.

Namun, ia tak menjelaskan lebih lanjut soal perusahaan itu.

Baca juga: Polres Metro Jakarta Pusat Gelar Perkara Kasus Kericuhan Konser Musik Berdendang Bergoyang Sore Ini

Komarudin menuturkan ke depan masih ada penambahan tersangka.

"Masih ada kemungkinan (tersangka baru), karena kan pemeriksaan masih berjalan," ujar dia.

HA dan DP dipersangkakan Pasal 360 KUHP ayat 2 dan Pasal 93 Undang-Undang No 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

Baca juga: Polisi Cabut Izin Konser Akbar Berdendang Bergoyang di Istora Senayan yang Banyak Jatuh Korban

Pasal 360 KUHP berbunyi barang siapa karena kelalaiannya menyebabkan orang lain luka-luka ancaman hukuman 9 bulan penjara.

Lalu, Undang-undang Kekarantinaan Kesehatan karena tidak mengindahkan surat yang dikeluarkan Satgas Covid-19.

Adapun ancaman hukuman 1 tahun serta denda Rp100 juta. (m31)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved