Ruslan Peternak Ikan Nila yang Raup Untung Bersih Per Empat Bulan Hingga Rp 15 Juta

Sebelum menekuni budidaya ikan Nila, Ruslan mengaku terlebih dahulu memelihara ikan lele dengan waktu lebih kurang satu tahun.

Penulis: Rendy Rutama | Editor: Umar Widodo
Warta Kota/Rendy Rutama Putra
Pembudidaya Ikan Nila, Ruslan Alrasid, yang bisa meraih keuntungan untuk 3-4 bulan masa panen sekira Rp 15 juta 

Laporan Wartakotalive.com, Rendy Rutama Putra

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - Berawal dari hobi memelihara ikan di tahun 2014, Ruslan Alrasid, atau yang kerap disapa Ruslan kemudian berinisiatif tekuni budidaya ikan Nila di lahan terbuka dekat kediamannya yang berlokasi di Jalan Raya SMK Kapin Kalimalang, Gang Rambutan 2, Jakarta Timur.
 
Sebelum menekuni budidaya ikan Nila, Ruslan mengaku terlebih dahulu memelihara ikan lele dengan waktu lebih kurang satu tahun.

"Lele sudah berhenti, karena banyak dikomplen tetangga, karena ini kan perumahan, ya lele itu menimbulkan bau amoniac yang sangat tinggi sehingga di protes oleh banyak orang, jadi saya beralih ke ikan nila," kata Ruslan, Senin (31/10/2022).

Bermula dari menekuni hanya di satu kolam untuk budidaya, dan kini sudah mencapai total enam kolam.

Budidaya dengan sistem bioflog atau kolam bulat yang telah dijalankannya lebih kurang tujuh tahun itu, diungkapkannya sudah menghasilkan rejeki hingga kini.

Dibuktikan dengan kurun waktu tiga hingga empat bulan, Ruslan mengaku bisa mendapatkan keuntungan lebih kurang Rp 15 juta.

"Kalau omsetnya untuk tiga sampai empat bulan dari satu kolam, saya mendapatkan untung lebih kurang Rp 2,5 juta dengan prinsip modal awal Rp  3 juta untuk pakan dan bibit ikan," imbuhnya.

Namun, keuntungan tersebut tidak serta merta mudah didapatkan olehnya.

Ruslan mengaku dirinya terlebih dahulu harus belajar memahami secara ekstra terkait perawatan intensif yang wajib diterapkan untuk budidaya.

Tentunya hal itu bertujuan untuk mendapatkan hasil budidaya yang baik.

Ditambahnya, ia juga menyarankan kepada pemula yang ingin memulai budidaya ikan Nila, dianjurkan terlebih dahulu memahami faktor eksternal secara keseluruhan dari ikan yang dipeliharanya nanti.
 
"Wajib memahami kondisi air yang digunakan, mulai dari kadar PH nya, maupun oksigen nya," tuturnya.

Seusai dari faktor eksternal, baru melangkah memahami bagian internal dari ikan yang nantinya dipelihara.

Ruslan menyarankan, terkait faktor pendukung untuk pertumbuhan bibit ikan, dianjurkan memilih konsep monosex atau tidak ada perkawinan.

"Yaitu fungsinya untuk menahan agar tidak ada ikan yang kecil atau ikan yang telat pertumbuhannya," tuturnya.

Setelah itu semua dipahami, Ruslan menjelaskan, siapkan omset yang sesuai dengan kebutuhan pokoknya.

Terkait modal untuk kolam bulat ukuran diameter tiga, atau D3, lebih kurangnya yakni Rp 4 juta.

"Modal Rp 4 juta itu di bagi Rp 2,5 juta untuk kolam dan Rp 1,5 juta untuk pembelian bibit ikan, dan untuk pakannya tergantung, kalau misalnya satu kolam terisi 700 ekor, lebih kurang kita menggunakan 1,5 kwintal atau 150 kilo pakan atau pelet dalam satu kali panen," pungkasnya. (M37)

 

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved