Depok Hari Ini
Wali Kota Depok Atasi Persoalan Pelecehan Seksual Pada Anak dengan Menggandeng Forkopimda
Mohammad Idris katakan akan banyak kegiatan-kegiatan kolaborasi dalam menangani permasalahan seksual pada anak
Penulis: Gilar Prayogo | Editor: Vini Rizki Amelia
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, CILODONG - Pemerintah Kota (Pemkot) Depok terus berupaya dalam menanggulangi pelecehan seksual pada anak.
Terlebih Kota Depok tengah berupaya menjadi kota layak anak, sehingga penanganan tersebut menjadi perhatian tersendiri.
Maka dari itu, Wali Kota Depok Mohammad Idris mengatakan Pemkot terus berupaya untuk menangani pelecehan seksual pada anak.
"Kota layak anak bukan berarti Kota Depok sudah tidak ada kasus tentang pelecehan seksual pada anak," ujar Mohammad Idris saat ditemui di Kejaksaan Negeri Depok, Kalimulya, Kota Depok, Jawa Barat, Rabu (26/10/2022).
Simak video terkait berikut ini:
Label terhadap kota layak anak dikatakan Idris merupakan dorongan dari Pemerintah Pusat kepada pemerintah daerah guna melakukan perlindungan terhadap anak.
"Kasus ini akan terus terjadi sepanjang masa, bahkan siapapun pemerintahnya dan apapun yang sudah dicapainya," jelasnya.
Maka dari itu Pemkot Depok terus melakukan kolaborasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk mengantisipasi kasus tersebut.
Baca juga: Tertinggal dari Malaysia, F-Gerindra Depok Yeti Wulandari Kampanyekan Minum Susu Sambil Mendongeng
"Jadi akan banyak kegiatan-kegiatan kolaborasi yang akan mengatasi permasalahan tersebut," imbuhnya.
Selain menjelaskan upaya menangani kekerasan seksual terhadap anak, pria yang menjabat periode kedua sebagai Wali Kota Depok ini bangga melihat indeks ketahanan keluarga di Kota Depok semakin meningkat.
Berdasarkan penilaian Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Jawa Barat, Idris mengatakan indeks ketahanan keluarga Kota Depok berada di angka 90 lebih.
Baca juga: Wali Kota Depok Bahagia Indeks Ketahanan Keluarga di Kota Depok Meningkat
"Indeks ketahanan keluarga di Kota Depok meningkat menurut data dari kementerian maupun provinsi," paparnya.
Bukan hanya meningkat, Idris juga menjabarkan bahwasanya indeks berada di angka 90-an lebih.
"Jika diukur per orangan, tidak bisa dihitung dan pastinya akan ada penambahan kasus," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Wali-Kota-Depok-Mohammad-Idris-di-Kejari.jpg)